Serang, PajakOnline – Secara keseluruhan kinerja APBN Provinsi Banten sampai dengan 31 Januari 2026 berkinerja pada awal tahun dengan sangat baik, seperti yang disampaikan oleh para pimpinan Kemenkeu Satu Regional Banten yakni Lisbon Sirait, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, Aim Nursalim Saleh Kepala Kanwil DJP Banten, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Kepala KPU BC Soetta, dan Muhammad Indra Kesuma, mewakili Kepala Kanwil DJKN Banten.
Menurut Lisbon, kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan 31 Januari 2026, terkontraksi sebesar 13,15% dengan realisasi mencapai 6,35% di bawah realisasi Nasional sebesar 7,4% dari target. Kinerja PNPB ini ditopang oleh pendapatan pelayanan pertanahan, jasa kepelabuhan, pelayanan pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Selanjutnya, dari sisi belanja negara sampai dengan 31 Januari 2026 tumbuh signifikan sebesar 10,5% dengan realisasi sebesar 12,54% diatas realisasi Nasional sebesar 5,9% dari target. Realisasi belanja negara terbesar berasal dari belanja TKD sebesar Rp2,62 triliun atau 17,58% diatas realisasi Nasional sebesar 13,8% dari target, dan realisasi belanja K/L sebesar Rp343,58 Miliar atau 3,93% diatas realisasi Nasional sebesar 3,7% dari target.
Lisbon menegaskan pada Belanja K/L, Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal sampai dengan 31 Januari 2026, semuanya mengalami pertumbuhan positif, sedangkan Belanja Bansos belum ada realisasi.
Realisasi Belanja Pegawai mencapai 5,53% di atas realisasi Nasional sebesar 5,4%, dipengaruhi oleh Penambahan PPK dan ASN/TNI/Polri pada beberapa Kementerian/Lembaga. Sementara realisasi Belanja Barang sebesar 1,77% dibawah realisasi nasional sebesar 3,7%, dimana belanja terbesarnya antara lain pada bidang pertahanan dan keamanan.
Untuk realisasi Belanja Modal mencapai 2,51% diatas realisasi nasional 0,4%, yang mengalami akselerasi signifikan di awal 2026. Sedangkan Belanja Bansos belum ada realisasi karena belum ada alokasi untuk Belanja Bantuan Sosial.
Kinerja penyaluran Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan 31 Januari 2026 tumbuh sebesar 9,23% dan telah tersalurkan sebesar Rp2,62 triliun atau sebesar 17,58% di atas realisasi Nasional sebesar 13,8% dari target. Jenis TKD: Dana Alokasi Umum dan DAK Non Fisik mengalami pertumbuhan positif, sementara Dana Bagi Hasil mengalami perlambatan. Untuk Dana Desa dan DAK Fisik belum ada realisasi karena menunggu terbitnya Juknis, sedangkan untuk realisasi Insentif Fiskal nihil karena pada tahun 2026 tidak terdapat pagu anggaran untuk Insentif Fiskal.
Terkait hibah, total pendapatan hibah yang diterima oleh satuan kerja vertikal sampai dengan 31 Januari 2026 sebanyak 4 hibah dengan total nilai sebesar Rp1,346 miliar. Hibah tersebut digunakan untuk menunjang pencapaian program pada Kementerian Pertahanan dan POLRI. Lisbon juga menjelaskan kinerja APBD Banten sampai dengan 31 Januari 2026, pendapatan daerah tumbuh sebesar 4,63%, sementara Belanja Daerah terkontraksi sebesar 7,89%. TKD yang telah disalurkan ke Provinsi Banten sampai dengan 31 Januari 2026 sebesar Rp2,62 triliun atau sebesar 79,34% dari total pendapatan Banten.
Selanjutnya, Aim Nursalim Saleh, Kepala Kanwil DJP Banten menyampaikan informasi tentang penerimaan pajak Provinsi Banten hingga 31 Januari 2026. Menurutnya, penerimaan pajak telah
mencapai sebesar Rp5,50 triliun atau 5,84% dari target APBN 2026 sebesar Rp94,07 triliun.
Aim menjelaskan realisasi penerimaan pajak perkelompok jenis pajak bahwa realisasi penerimaan PPh Non Migas sebesar 5,01%, PPN dan PPnBM sebesar 7,24% dan PBB danBPHTB sebesar 2,25%.
Aim menegaskan kontribusi penerimaan pajak Kanwil DJP Banten ditopang oleh jenis pajak PPN Dalam Negeri sebesar 34,92%, PPN Impori sebesar 33,64%, dan PPh Pasal 21 sebesar 12,69%. Selain itu untuk realisasi penerimaan pajak tertinggi dicapai oleh KPP Pratama Tigaraksa sebesar 7,82% dan pertumbuhan terbaik dicapai oleh KPP Pratama Pandeglang sebesar 54,7%.
Kinerja Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Kepala KPU BC Soetta menyampaikan informasi tentang penerimaan Kepabeanan dan Cukai Provinsi Banten hingga 31 Januari 2026.
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp975,48 miliar, memenuhi 5,64% dari target tahunan APBN 2025 sebesar Rp17,29 triliun.
