PajakOnline.com—Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan dukungan penuh pemerintah untuk pengembangan industri kreatif di Indonesia, antara lain, penguatan konektivitas untuk menghubungkan konten kreator dengan audiensnya. Namun, konten kreator yang sudah sukses terkenal dan berhasil memanen keuntungan agar sadar pajak. Jangan lupa membayar pajak penghasilannya.
"Another side of Menteri Keuangan yang mungkin anda enggak sukai adalah saya mengumpulkan penerimaan negara, yaitu pajak. Kami akan mendukung apapun yang bisa meningkatkan kreativitas, tapi jangan musuhi pajak, karena pajak itu adalah untuk Indonesia. Jadi, kalau Anda sudah menjadi the famous content creator, lihat dan rapikan dari sisi kewajiban perpajakan Anda, kami bantu dan kita akan siap mendukung secara baik,” kata Menkeu Sri Mulyani, dikutip hari inni.
Sri Mulyani mengutip penelitian Oxford Economics, bahwa lebih dari 600 ribu konten kreator dan mitra di Indonesia memperoleh pendapatan di platform berbagi video tersebut. Lebih dari setengah konten kreator di Indonesia yang memperoleh penghasilan dari YouTube setuju bahwa platform ini adalah sumber pendapatan utama mereka. Selain itu, lebih dari 6.000 channel di Indonesia telah menghasilkan uang dari produk monetisasi alternatif.
“Hal ini menunjukkan bahwa YouTube telah memberikan nilai tambah di dalam perekonomian Indonesia. Banyak anak-anak SD (sekolah dasar) sekarang kalau ditanyain, nanti kalau besar pengen jadi apa? and very frequently mereka menjawab ‘youtuber’. Jadi, YouTube itu sudah menjadi sesuatu,” katanya.
Di sisi lain, Sri Mulyani memastikan, belanja infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat signifikan untuk terus mengejar ketertinggalan Indonesia, khususnya bidang konektivitas digital. Selain infrastruktur fisik (jalan tol, pelabuhan, dan bandara), pemerintah telah membangun untuk konektivitas digital, seperti listrik dan internet.
