PajakOnline.com—Peredaran uang pada momen Lebaran di daerah diprediksi mencapai Rp67 triliun. Perkiraan tersebut berdasarkan meningkatnya aktivitas mudik dan mobilitas masyarakat yang mendorong belanja untuk kebutuhan Lebaran. "Pembayaran THR akan digunakan masyarakat untuk mengirimkan sebagian uang ke sanak saudara di kampung halaman," kata Ekonom Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira Adhinegara dalam keterangannya, Selasa (18/4/2023).
Bhima mengungkapkan, kondisi tersebut tentu akan berbeda dengan puncak pandemi Covid-19 sebelumnya. Saat Ramadhan dan jelang Lebaran tahun ini, perusahaan sudah mampu membayar THR secara penuh sehingga menjadi penyebab naiknya uang beredar.
"Kenaikan uang beredar juga dipicu oleh pertumbuhan kredit perbankan yang cukup positif," katanya. Menurut Bhima, daerah yang perputaran uangnya tinggi selama Lebaran adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Sumatra Utara, Sumatra Barat hingga Sulawesi Tenggara.
Di daerah yang akan dilalui pemudik atau tujuan destinasi wisata seperti Yogyakarta dan Bali pun terjadi kenaikan uang beredar. Bhima menilai, sektor usaha yang tumbuh tinggi dan mendapatkan dampak positif dari momen Lebaran adalah jasa transportasi, ritel, makanan minuman, penyediaan rest area, pakaian jadi, dan perhotelan.
