Banjarmasin, PajakOnline — Realisasi penerimaan pajak di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) mencapai Rp16,63 triliun hingga akhir September 2026.
Data tersebut disampaikan dalam publikasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui forum Assets and Liabilities Committee (ALCo) Regional Kalimantan Selatan yang berlangsung pada 20 Oktober 2026.
Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) Anton Budhi Setiawan menyebutkan, pertumbuhan penerimaan tersebut menjadi capaian positif yang perlu dipertahankan hingga akhir tahun. Optimalisasi penerimaan dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan kepatuhan, dan edukasi perpajakan kepada masyarakat.
Realisasi Rp9,93 triliun menunjukkan bahwa penerimaan pajak Kalimantan Selatan telah mencapai sekitar dua pertiga dari target tahunan. Meski demikian, masih diperlukan tambahan penerimaan sekitar Rp5,23 triliun untuk memenuhi target APBN 2026 sebesar Rp15,16 triliun.
Pertumbuhan 27,33 persen secara tahunan menunjukkan peningkatan nominal penerimaan dibandingkan periode Januari–September 2025. Namun, pertumbuhan tersebut belum dengan sendirinya menggambarkan bahwa target akhir tahun akan tercapai, karena hasil akhirnya tetap bergantung pada perkembangan aktivitas ekonomi, kepatuhan wajib pajak, dan efektivitas administrasi perpajakan pada kuartal terakhir 2026.
DJP menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Pelayanan yang semakin baik diharapkan dapat mendorong kepatuhan sukarela, sementara pengawasan dilakukan untuk menjaga agar kewajiban perpajakan dipenuhi sesuai ketentuan.
Realisasi tersebut mencapai 65,54 persen dari target Rp25,37 triliun, dengan pertumbuhan 26,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penerimaan pajak seluruh wilayah Kalimantan mencapai Rp40,29 triliun atau 61,69 persen dari target Rp65,31 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa capaian penerimaan dan tingkat realisasi target dapat berbeda antardaerah.
Di Kalimantan Selatan sendiri, KPP Madya Banjarmasin menjadi salah satu unit yang menopang penerimaan. Kantor tersebut mencatat penerimaan Rp6,91 triliun atau 70,34 persen dari targetnya, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 38,87 persen.
