PajakOnline.com—Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi sinergi yang dilakukan antara industri perbankan syariah dengan dunia akademis untuk membangun sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri ekonomi syariah.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Seremonial Penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) Program Strategic Sharia Banking Management (SSBM), belum lama ini.
Kegiatan ini merupakan kerja sama yang dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan lima perguruan tinggi, yakni Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
“Ini adalah kerja sama yang sangat baik untuk tidak hanya mengajarkan mengenai literasi keuangan, tetapi juga kemampuan untuk bisa membangun sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan manajerial, leadership, dan juga kemampuan untuk melihat kesempatan sehingga bisa mengembangkan tidak hanya keuangan syariah, namun juga industri yang berbasis pada nilai-nilai Islam, seperti industri halal,” kata Menkeu Sri Mulyani.
Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, saat ini semakin menunjukkan keinginan dan gaya hidup yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Adanya peningkatan preferensi masyarakat tersebut menimbulkan kesempatan bagi industri-industri baru yang berbasis pada nilai Islam.
“Inilah yang sebetulnya menjadi salah satu tolok ukur bagi pentingnya kita untuk membangun kemampuan industri, baik di sektor riil maupun sektor jasa, yang menggambarkan kebutuhan masyarakat yang terus berubah,” kata Menkeu.
