PajakOnline.com—Wajib Pajak harus melaporkan SPT Tahunan berkaitan pajak yang telah dibayarkan. Setiap Wajib Pajak yang melaporkan SPT Tahunan akan menerima status dari laporan SPT tersebut.
Status dari laporan SPT tersebut sangat beragam, mulai dari keterangan nihil, kurang bayar, dan lebih bayar.
Dimana status-status tersebut merupakan keterangan/informasi kondisi Pajak Penghasilan (PPh) terutang yang dilaporkan dalam SPT, bukan pembayaran pajaknya sudah dilunasi atau belum.
Ketiga status tersebut didapatkan dengan cara mengurangkan PPh terutang dengan seluruh kredit pajak yang dimiliki oleh wajib pajak, baik kredit pajak pada tahun pajak berjalan atau PPh 25 maupun kredit pajak dalam bentuk pemotongan/pemungutan pihak ketiga atau PPh 21, PPh 23, PPh 24, dan PPh 26 tidak final.
Status lebih bayar dapat diartikan bahwa terdapat kelebihan pembayaran pajak yang dapat diminta ataupun direstitusikan oleh Wajib Pajak yang bersangkutan melalui KPP tempat Wajib Pajak terdaftar, sementara status kurang bayar dapat diartikan ada kekurangan pajak yang seharusnya terutang dan harus dibayarkan oleh Wajib Pajak yang bersangkutan.
