TRENDING
Pajak Fintech Terkumpul Rp5,40 Triliun hingga September 2026Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp2,18 Triliun hingga September 2026Setoran Pajak Digital Capai Rp58,75 Triliun hingga September 2026Indonesia Perkuat Kerja Sama Pajak Global, Dirjen Pajak Tanda Tangani GIR MCAAViral Pajak Pembalut, DJP Ungkap Alasan Dikenakan PPNKadin Targetkan Ekspor Indonesia USD330 Miliar, UMKM dan Industri Lokal Jadi Sasaran UtamaSKP dan STP Hasil Pemeriksaan Pajak Bisa Dapat Pengurangan Sanksi hingga 100%, Ini SyaratnyaPenerimaan Pajak Capai Rp1.607,6 Triliun, Pemerintah Hadapi Tantangan Akhir TahunBaru 25% Perusahaan Multinasional Terapkan Pajak Minimum GlobalAbdul Koni: Patuh Pajak, Pencatatan Pembukuan dan Arus Kas Bikin Bisnis Naik KelasDJP Berikan Fasilitas Pengurangan Sanksi Administratif Pajak, Manfaatkan Segera Di Awal WaktuPengusaha Cerdas, Bisnis Berkualitas: PajakOnline dan IPEMI DKI Jakarta–Kepulauan Seribu Dorong Pengusaha Muslimah Perkuat Strategi Pajak dan KeuanganDanantara Bidik Investasi Rp542 Triliun, Lebih dari 40 Proyek Industri Strategis DisiapkanHarga Minyak Dunia Melonjak, Brent Tembus USD115 per Barel, Biaya Energi Indonesia Terancam NaikRupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.184: Dunia Usaha Waspadai Lonjakan Biaya ImporReformasi Pasar Modal, Jaga Kepercayaan InvestorPajak Fintech Terkumpul Rp5,40 Triliun hingga September 2026Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp2,18 Triliun hingga September 2026Setoran Pajak Digital Capai Rp58,75 Triliun hingga September 2026Indonesia Perkuat Kerja Sama Pajak Global, Dirjen Pajak Tanda Tangani GIR MCAAViral Pajak Pembalut, DJP Ungkap Alasan Dikenakan PPNKadin Targetkan Ekspor Indonesia USD330 Miliar, UMKM dan Industri Lokal Jadi Sasaran UtamaSKP dan STP Hasil Pemeriksaan Pajak Bisa Dapat Pengurangan Sanksi hingga 100%, Ini SyaratnyaPenerimaan Pajak Capai Rp1.607,6 Triliun, Pemerintah Hadapi Tantangan Akhir TahunBaru 25% Perusahaan Multinasional Terapkan Pajak Minimum GlobalAbdul Koni: Patuh Pajak, Pencatatan Pembukuan dan Arus Kas Bikin Bisnis Naik KelasDJP Berikan Fasilitas Pengurangan Sanksi Administratif Pajak, Manfaatkan Segera Di Awal WaktuPengusaha Cerdas, Bisnis Berkualitas: PajakOnline dan IPEMI DKI Jakarta–Kepulauan Seribu Dorong Pengusaha Muslimah Perkuat Strategi Pajak dan KeuanganDanantara Bidik Investasi Rp542 Triliun, Lebih dari 40 Proyek Industri Strategis DisiapkanHarga Minyak Dunia Melonjak, Brent Tembus USD115 per Barel, Biaya Energi Indonesia Terancam NaikRupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.184: Dunia Usaha Waspadai Lonjakan Biaya ImporReformasi Pasar Modal, Jaga Kepercayaan Investor
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Presiden Jokowi: Nilai-nilai Pancasila Perkokoh Persaudaraan dan Gotong-Royong

·

Presiden Jokowi: Nilai-nilai Pancasila Perkokoh Persaudaraan dan Gotong-Royong

PajakOnline.com—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, nilai-nilai Pancasila tetap hadir di tengah masyarakat. Nilai-nilai inilah yang menggerakkan persatuan masyarakat Indonesia dalam mengatasi semua tantangan.

"Menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi. Memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri dan menumbuhkan daya juang kita dalam menghadapi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi," kata Presiden Jokowi saat memberikan amanat dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual pada hari ini Senin (1/6/2020). Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini berlangsung di tengah pandemi corona atau Covid-19.

Saat ini daya juang, pengorbanan, kedisiplinan dan kepatuhan bangsa Indonesia sedang diuji. Termasuk juga diuji bagaimana ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat. "Dalam menghadapi semua ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya," kata Presiden.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi menekankan tantangan yang dihadapi tidaklah mudah tahun ini. Bahkan, Presiden menyebut situasi yang sulit masih akan dihadapi tahun depan. Menurutnya, situasi tersebut memerlukan daya juang sebagai bangsa dan kerja keras agar mampu melewati masa sulit ini.

"Kita tidak sendirian. 215 negara di dunia berada dalam kondisi seperti kita. Semua dalam kesulitan. Tapi kita juga harus menyadari, semua negara tengah berlomba-lomba untuk menjadi pemenang. Menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonominya," kata Presiden.

Dia menegaskan, sebagai bangsa besar, Indonesia harus tampil sebagai pemenang di masa sulit ini. Dia mengajak masyarakat tetap optimistis. "Kita harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan. Kita harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi covid ini," kata Presiden.

Presiden Jokowi mengajak masyarakat menunjukkan ketangguhan sebagai bangsa Indonesia. Termasuk dalam memenangkan masa depan Indonesia. "Kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Sebagai saudara sebangsa dan setanah air mari kita terus memperkokoh persatuan. Mari kita peduli dan berbagi untuk sesama. Mari kita tunjukkan bahwa kita bangsa yang kuat, bukan hanya mampu menghadapi tantangan tetapi bangsa yang memanfaatkan kesulitan menjadi sebuah lompatan kemajuan."

Berita lainnya di Headlines