PajakOnline.com—Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak telah menunjuk sepuluh perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai Pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang dan jasa digital yang dijual kepada para pelanggan di Indonesia. Sepuluh pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik atau PMSE tersebut adalah:
1.Cleverbridge AG Corporation
2.Hewlett-Packard Enterprise USA
3.Softlayer Dutch Holdings B.V. (IBM)
4.PT Bukalapak.com
5.PT Ecart Webportal Indonesia (Lazada)
6.PT Fashion Eservices Indonesia (Zalora)
7.PT Tokopedia
8.PT Global Digital Niaga (Blibli.com)
9.Valve Corporation (Steam)
10. beIN Sports Asia Pte Limited
"Dengan penunjukan ini maka sejak 1 Desember 2020 para pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia," kata Hestu Yoga Saksama, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP.
Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.
