Jakarta, PajakOnline – Tax Payer Community menyatakan sikap menuntut penghentian segera perang yang terjadi di sejumlah negara, termasuk yang terbaru agresi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran.
"Kami menegaskan bahwa uang pajak rakyat bukan untuk membiayai perang, melainkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di negaranya masing-masing, memperkuat pelayanan publik, dan membangun masa depan yang lebih aman dan sejahtera," kata Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam siaran pers kepada PajakOnline hari ini.
Para pembayar pajak tentu tidak rela uangnya, sambung Koni, dipergunakan untuk membuat kerusakan di muka bumi ini apalagi sampai menghilangkan nyawa umat manusia.
Pernyataan ini disampaikan seiring dengan aksi unjuk rasa damai yang berlangsung di Times Square, New York City, di mana ribuan warga Amerika Serikat berkumpul menyuarakan penolakan terhadap eskalasi agresi militer di Iran. Para demonstran membawa poster bertuliskan “Stop the War” dan “Tax Dollars for People, Not War”, menyerukan agar konflik segera dihentikan dan penyelesaian ditempuh melalui jalur diplomasi.
Uang Pajak untuk Kesejahteraan, Bukan Peperangan
Sebagai organisasi advokasi masyarakat pembayar pajak di seluruh dunia, Tax Payer Community menilai bahwa penggunaan anggaran publik untuk membiayai operasi militer luar negeri bertentangan dengan prinsip akuntabilitas fiskal dan kepentingan rakyat banyak.
Setiap tahun, anggaran pertahanan Amerika Serikat mencapai ratusan miliar dolar. Dalam situasi ekonomi yang masih menghadapi tekanan inflasi, kenaikan biaya hidup, krisis perumahan, serta kebutuhan reformasi layanan kesehatan dan pendidikan, pengeluaran perang berpotensi memperbesar defisit dan mengalihkan sumber daya dari kebutuhan domestik yang mendesak.
“Rakyat Amerika bekerja keras dan membayar pajak dengan harapan dana tersebut digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka, bukan untuk memperluas konflik bersenjata di luar negeri. Perang hanya melahirkan penderitaan, bukan solusi,” kata Koni.
Dampak Kemanusiaan dan Ekonomi Global
Perang di Iran telah meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan memicu ketidakpastian global. Eskalasi militer berisiko menimbulkan korban sipil dan krisis kemanusiaan yang meluas, gangguan stabilitas kawasan, lonjakan harga energi global akibat ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Tekanan tambahan terhadap perekonomian global dan domestik akan terus terjadi.
Ketidakpastian geopolitik berdampak langsung pada pasar energi dan keuangan internasional. Kenaikan harga minyak mentah global berpotensi meningkatkan harga bahan bakar dalam negeri, memperburuk inflasi, serta menambah beban masyarakat berpenghasilan rendah dan kelas menengah.
Suara Rakyat adalah Suara Demokrasi
Menurut Tax Payer Community, aksi di Times Square mencerminkan meningkatnya kesadaran publik bahwa perang bukanlah jalan keluar. Warga menyerukan agar pemerintah dan United States Congress menjalankan fungsi pengawasan secara tegas dan memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran militer dilakukan secara sah, transparan, dan dengan pertimbangan matang atas kepentingan nasional.
Oleh karena itu, Tax Payer Community mendesak:
-Penghentian segera eskalasi militer di Iran;
-Prioritas pada diplomasi dan negosiasi damai;
-Pengalihan anggaran perang untuk kebutuhan rakyat, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan stabilitas ekonomi domestik.
Perang tidak pernah membawa kemenangan absolut. Yang ada hanyalah penderitaan manusia, kerusakan sosial, dan beban ekonomi jangka panjang.
Uang pajak adalah amanah rakyat. Amanah itu harus digunakan untuk kehidupan, bukan kehancuran.
Hentikan perang! Lindungi kehidupan. Gunakan uang pajak untuk kesejahteraan rakyat.
****
Tax Payer Community: Tax Revenue Is Not for War
The Tax Payer Community declares its firm position demanding the immediate cessation of wars occurring in various countries, including the most recent military aggression by the United States and Israel in Iran.
