TRENDING
Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Surplus USD3,36 Miliar, Defisit Migas Jadi PerhatianHarga Pangan Melonjak Awal November Ini, Bawang Merah Rp70.000 dan Cabai Rawit Tembus Rp124.400 per KgEkspor Indonesia Tembus USD221,23 Miliar hingga September 2026, Industri Pengolahan Jadi Motor PertumbuhanDJP Tunjuk 3 Pemungut Baru, Kepatuhan Pajak Ekonomi Digital DiperkuatPenerimaan Pajak Riau Capai Rp13,23 Triliun, Tumbuh 28,97 Persen hingga September 2026Pajak Fintech Terkumpul Rp5,40 Triliun hingga September 2026Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp2,18 Triliun hingga September 2026Setoran Pajak Digital Capai Rp58,75 Triliun hingga September 2026Indonesia Perkuat Kerja Sama Pajak Global, Dirjen Pajak Tanda Tangani GIR MCAAViral Pajak Pembalut, DJP Ungkap Alasan Dikenakan PPNKadin Targetkan Ekspor Indonesia USD330 Miliar, UMKM dan Industri Lokal Jadi Sasaran UtamaSKP dan STP Hasil Pemeriksaan Pajak Bisa Dapat Pengurangan Sanksi hingga 100%, Ini SyaratnyaPenerimaan Pajak Capai Rp1.607,6 Triliun, Pemerintah Hadapi Tantangan Akhir TahunBaru 25% Perusahaan Multinasional Terapkan Pajak Minimum GlobalAbdul Koni: Patuh Pajak, Pencatatan Pembukuan dan Arus Kas Bikin Bisnis Naik KelasDJP Berikan Fasilitas Pengurangan Sanksi Administratif Pajak, Manfaatkan Segera Di Awal WaktuNeraca Perdagangan Indonesia September 2026 Surplus USD3,36 Miliar, Defisit Migas Jadi PerhatianHarga Pangan Melonjak Awal November Ini, Bawang Merah Rp70.000 dan Cabai Rawit Tembus Rp124.400 per KgEkspor Indonesia Tembus USD221,23 Miliar hingga September 2026, Industri Pengolahan Jadi Motor PertumbuhanDJP Tunjuk 3 Pemungut Baru, Kepatuhan Pajak Ekonomi Digital DiperkuatPenerimaan Pajak Riau Capai Rp13,23 Triliun, Tumbuh 28,97 Persen hingga September 2026Pajak Fintech Terkumpul Rp5,40 Triliun hingga September 2026Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp2,18 Triliun hingga September 2026Setoran Pajak Digital Capai Rp58,75 Triliun hingga September 2026Indonesia Perkuat Kerja Sama Pajak Global, Dirjen Pajak Tanda Tangani GIR MCAAViral Pajak Pembalut, DJP Ungkap Alasan Dikenakan PPNKadin Targetkan Ekspor Indonesia USD330 Miliar, UMKM dan Industri Lokal Jadi Sasaran UtamaSKP dan STP Hasil Pemeriksaan Pajak Bisa Dapat Pengurangan Sanksi hingga 100%, Ini SyaratnyaPenerimaan Pajak Capai Rp1.607,6 Triliun, Pemerintah Hadapi Tantangan Akhir TahunBaru 25% Perusahaan Multinasional Terapkan Pajak Minimum GlobalAbdul Koni: Patuh Pajak, Pencatatan Pembukuan dan Arus Kas Bikin Bisnis Naik KelasDJP Berikan Fasilitas Pengurangan Sanksi Administratif Pajak, Manfaatkan Segera Di Awal Waktu
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Agustus Indonesia Jadi Presiden DK PBB, Perkuat Perdamaian di Tengah Pandemi

· ·

Agustus Indonesia Jadi Presiden DK PBB, Perkuat Perdamaian di Tengah Pandemi

PajakOnline.com—Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, Agustus 2020 merupakan bulan yang istimewa bagi Indonesia. Sebab, Indonesia kembali menjadi Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB).

"Agustus tahun ini kita memperingati 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Selain itu, pada Agustus tahun ini Indonesia juga memegang presidensi Dewan Keamanan PBB," kata Menlu Retno Marsudi dalam press briefing secara virtual hari ini, Kamis (23/7/2020).

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, presidensi di DK PBB ini merupakan yang kedua bagi Indonesia, setelah pada Mei 2019 juga memegang posisi yang sama dengan mengambil tema Investing in Peace atau menabur benih perdamaian.

"Perdamaian bukan sesuatu yang dapat hadir dengan sendirinya, namun harus terus disemai, dipelihara terus menurus," ujar Menlu Retno.

"Oleh karena itu, sebagai kelanjutan dari tema presidensi tahun lalu, maka presidensi tahun ini Indonesia mengambil tema Advancing Sustainable Peace atau 'Memajukan Perdamaian yang Abadi'," kata Menlu Retno.

Menlu Retno juga menyebutkan hal yang membedakan dengan presidensi 2019, yakni presidensi Indonesia di Dewan Keamanan PBB pada 2020 dijalankan di tengah pandemi Covid-19.

"Presidensi Indonesia tahun ini ingin menekankan bahwa pada saat hampir semua energi dan perhatian kita terusap pada upaya penanganan pandemi, jangan sampai kita terlupa untuk terus memajukan perdamaian, karena perdamaian tetap merupakan prasyarat utama bagi kesuksesan kita menangani pandemi dan percepatan pemulihan ekonomi," kata Menlu Retno.

Berita lainnya di Headlines