PajakOnline.com—Kebijakan fiskal tahun depan atau 2023 didesain agar mampu merespons dinamika perekonomian, menjawab tantangan, dan mendukung pencapaian target pembangunan secara optimal. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR, belum lama ini.
Dilansir laman Badan Kebijakan Fiskal (BKF), tematik kebijakan fiskal tahun 2023 fokus pada Peningkatan Produktivitas Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Tema kebijakan fiskal tersebut selaras dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023.
Lebih lanjut, Menkeu memaparkan bahwa berdasarkan tema kebijakan fiskal tersebut, strategi yang ditempuh Pemerintah adalah memfokuskan anggaran untuk berikut ini;
(1) Penguatan kualitas SDM;
(2) Akselerasi pembangunan infrastruktur;
(3) Reformasi birokrasi dan regulasi;
(4) Revitalisasi industri dan;
(5) Mendorong pembangunan ekonomi hijau.
Selain itu, pemerintah juga memiliki strategi untuk meningkatkan efektivitas transformasi ekonomi didukung dengan reformasi fiskal yang holistik melalui mobilisasi pendapatan untuk pelebaran ruang fiskal, konsistensi penguatan spending better untuk efisiensi dan efektivitas belanja, serta terus mendorong pengembangan pembiayaan yang kreatif dan inovatif.
Dari sisi pendapatan negara, Menkeu menjelaskan bahwa kebijakan pendapatan negara diarahkan untuk mendorong optimalisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha serta kelestarian lingkungan.
