Jakarta, PajakOnline— Bank Dunia (World Bank) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,2%, atau naik 0,5 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,7%.
Kenaikan proyeksi tersebut tercantum dalam laporan terbaru East Asia & Pacific Economic Update edisi Oktober 2026 yang dirilis Bank Dunia pada 6 Oktober 2026. Revisi tersebut mencerminkan penilaian bahwa tekanan dari kenaikan harga energi terhadap perekonomian Indonesia diperkirakan lebih ringan dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Bank Dunia juga menilai aktivitas ekonomi Indonesia memperoleh dukungan dari peningkatan program prioritas pemerintah, investasi yang berkaitan dengan negara, serta kebijakan subsidi energi. Faktor-faktor tersebut membantu menjaga permintaan domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Revisi proyeksi Bank Dunia datang ketika sejumlah indikator domestik menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat inflasi September 2026 sebesar 3,28% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5% ± 1%.
Pada saat yang sama, sektor manufaktur Indonesia kembali masuk zona ekspansi dan neraca perdagangan tetap mencatat surplus. Pemerintah menilai kombinasi indikator tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih relatif kuat di tengah ketidakpastian global.
Dari sisi eksternal, posisi cadangan devisa Indonesia juga tetap solid. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa pada akhir September 2026 sebesar USD146,3 miliar, relatif stabil dibandingkan US$146,5 miliar pada akhir Agustus.
Posisi tersebut setara dengan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Kenaikan menjadi 5,2% juga menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan proyeksi Bank Dunia pada Juni 2026.
Dalam Indonesia Economic Prospects Juni 2026, Bank Dunia sebelumnya memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,0% pada 2026, kemudian meningkat menjadi 5,2% pada 2027 dan 2028.
