PajakOnline.com—Dalam artikel sebelumnya, sudah dibahas terkait penjelasan mengenai surat keterangan bebas (SKB) PPN atas BKP strategis yang di mana pemerintah memberikan fasilitas pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang impor yang bersifat strategis, di antaranya mesin dan peralatan pabrik.
Kebijakan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No 115/PMK.03/2021 dan telah dijelaskan juga bahwa untuk mendapatkan fasilitas tersebut, Wajib Pajak diharuskan untuk memperoleh SKB PPN terlebih dahulu. Pada kali ini akan dibahas cara mengajukan SKB PPN atas mesin dan peralatan pabrik yang bersifat strategis.
Mesin dan peralatan pabrik yang bersifat strategis ialah satu kesatuan yang dalam keadaan terpasang maupun terlepas yang digunakan secara langsung dalam proses menghasilkan BKP oleh PKP yang menghasilkan BKP tersebut termasuk juga impornya dilakukan oleh pihak yang melakukan pekerjaan konstruksi terintegrasi dan tidak termasuk suku cadang.
Berikut kriteria mesin dan peralatan pabrik lainnya yang harus dipenuhi:
1. Mesin dan peralatan pabrik yang dipakai secara langsung dalam proses menghasilkan BKP di bagian produksi dari mulai dilakukannya proses pengubahan bentuk atau sifat suatu barang sampai dengan barang baru atau barang yang memiliki daya guna baru terwujud yang tidak termasuk kegiatan mempertahankan atau mengubah kualitas dan kegiatan distribusi.
2. Mesin dan peralatan pabrik dalam keadaan terpasang maupun terlepas dan tidak termasuk suku cadang yakni komponen yang dicadangakan untuk perbaikan atau penggantian bagian mesin atau peralatan yang mengalami kerusakan.
3. Peralatan pabrik yang melekat pada mesin.
Untuk dapat memperoleh fasilitas tersebut harus melampiri RKIP atau Rencana Kebutuhan Impor dan Perolehan yang sudah harus disetujui sebelum pemberitahuan pabean dalam rangka impor barang diajukan dan/atau penyerahan dilakukan atau sebelum penerimaan pembayaran oleh PKP penjual dalam hal pembayaran mendahului penyerahan.
