PajakOnline.com—Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memiliki beberapa inovasi untuk melakukan pembiayaan infrastruktur. Salah satunya berupa penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau biasa dikenal dengan Sukuk Negara.
“SBSN ini memiliki berbagai instrumen yang satunya sukuk ritel. Hasil investasi dari Sukuk ritel negara ini antara lain difokuskan pada pembangunan sarana pendidikan yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia,” kata Luky dalam acara Pembukaan Masa Penawaran Sukuk Ritel SR016 yang dilakukan secara online belum lama ini.
Luky memaparkan sejumlah pembangunan infrastruktur dan sarana pendidikan yang sudah dibangun dari hasil investasi sukuk negara.
“Pertama, kita menuju pulau paling timur Indonesia yang kaya akan alamnya yaitu Papua ada Pusat Konservasi Sanctuary Hiu Paus Taman Nasional Teluk Cendrawasih di Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Pembangunan sarana pendidikan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Biosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilakukan pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2021,” jelas Luky.
Selanjutnya, Luky menyebut pembangunan jembatan Holtekamp atau Youtefa yang berada di Kota Jayapura Provinsi Papua. Di Pulau Sulawesi, ada deretan infrastruktur yang dibangun dari hasil investasi sukuk negara, yaitu Gedung Perpustakaan Universitas Sulawesi Barat di Kabupaten Majene provinsi Sulawesi Barat dan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Tomia dan Binongko.
“Di Kalimantan terdapat pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di kota Balikpapan Provinsi Kalimantan timur dan ada pula pembangunan Jalan Nasional Wilayah Dua Kalimantan Timur Sambeta- Santan-Bontang-Sangatta. Keberadaan jalan nasional ini tentu saja dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di kawasan tersebut termasuk kemudahan akses pendidikan,” ungkap Luky.
