PajakOnline.com | Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara (Jakut) menggelar acara bazar dan pelatihan bertema Business Development Services (BDS) di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBIKKG), Kamis (26/9/2024). Kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Dalam kegiatan kolaborasi yang diselenggarakan Kanwil DJP Jakut, Jakarta Entrepreneur, dan IBIKKG ini dihadiri sebanyak 240 pelaku UMKM yang mendapatkan pelatihan mengenai strategi pemasaran dan pengelolaan bisnis secara online.
Sedangkan, stan bazar diisi oleh dari 22 UMKM yang menjual aneka kuliner, pakaian, serta kerajinan. Untuk menarik pengunjung juga disediakan hiburan musik, hadiah, dan gelar wicara seputar dunia usaha.
Kepala Kanwil DJP Jakarta Utara Wansepta Nirwanda mengatakan, dalam pelatihan, peserta belajar tentang cara menawan konsumen melalui konten menarik dan kemasan yang efektif.
“Hari ini kita tema-nya bagaimana kita kreasi dalam berbisnis untuk menarik konsumen melaui online,” kata Wansepta dalam keterangannya kepada PajakOnline, dikutip Jumat (27/9/2024).
Wansepta juga menekankan pentingnya kualitas dan kesehatan produk. Peserta diajarkan untuk menggunakan bahan baku yang baik dan memerhatikan standar kesehatan.
“Tapi jauh lebih penting karena saat ini masyarakat sudah bicara kesehatan maka dari sisi kesehatan seperti maksudnya bahan baku yang digunakan, cara pembuatan, walaupun kita dari sisi rumahan tapi bisnis yang kecil tapi secara kesehatan sudah yang baik. Sehingga sebagai konsumen kita juga akan tertarik,” katanya.
Bazar yang diadakan bersamaan diharapkan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Melalui kegiatan BDS ini, Kanwil DJP Jakut berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan pelatihan dan bazar sebagai momentum untuk meningkatkan usaha mereka. “Kita harapkan UMKM makin besar bisa meningkat menjadi perusahaan menengah,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IBIKKG Hanif Ismail mengatakan, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM, sekaligus memperkuat basis data perpajakan dari sektor yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia.
