PajakOnline.com—Tawaran rekonsiliasi politik oleh Habib Rizieq kepada pemerintah seharusnya direspons positif. Suka tidak suka, selama ini kerap terjadi gesekan kepentingan antara Pemerintahan Jokowi dengan Habib Rizieq dan PA 212.
[caption id="attachment_55763" align="alignright" width="300"]
Kanal Opini Oleh: M. Jamiluddin Ritonga
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul.[/caption]
Gesekan tersebut terlihat makin menguat sejak kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Meskipun Jokowi tidak terlibat dalam kasus ini, namun pihak Habib Rizieq dan kawan-kawannya menilai Jokowi berpihak kepada Ahok.
Selain itu, pihak Habib Rizieq dan PA 212 juga menilai Jokowi tidak berpihak kepada Islam. Hal ini membuat gesekan politik pada kedua pihak makin menguat.
Semua itu membuat Habib Rizieq dan PA 212 melakukan demo besar-besaran secara bergelombang menentang Jokowi.
Jadi, gesekan politik kedua belah pihak memang nyata. Karena itu, tawaran rekonsiliasi seharusnya disambut semua pihak.
