TRENDING
KEK Masih Butuh Tax Holiday di Tengah Pajak Minimum Global 15%, Pemerintah Siapkan Skema Insentif BaruKEK Masih Butuh Tax Holiday di Tengah Pajak Minimum Global 15%, Pemerintah Siapkan Skema Insentif BaruEkspor Ilegal Emas Rp1,02 Triliun Terbongkar, Bea Cukai dan Polri Buru Pemilik JaringanDJP Siapkan Pertukaran Data Kripto Lintas Negara Tahun Depan, 23 Juta Akun Jadi TargetPemerintah Tanggung 100% PPN Tiket Pesawat Nataru, Ini Jadwal dan SyaratnyaUpaya DJP Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak dengan Relaksasi SanksiSambut Hari Oeang Ke-80, Kanwil DJP Banten Berbagi Untuk Masyarakat BaduyShopee Siapkan Faktur Pajak November 2026, Pedagang Diminta Periksa Data dan Dokumen PerpajakanBursa Saham Tertekan, Konflik Regional Memburuk, Rupiah AnjlokCoretax Tak Lagi Gunakan Skema Delta, DJP Terapkan Replace untuk Pembetulan SPTDJP Permudah Cetak Ulang Surat Pengukuhan PKP Lewat Coretax, Ini Cara dan SolusinyaBebas Pajak Karyawan dan Kenaikan PTKP 2027, Pemerintah Siapkan 9 Stimulus EkonomiPemerintah Kejar Sisa Target Pajak Rp750 Triliun, Andalkan Marketplace, PPN Digital, dan Penghapusan SanksiDJP Buka Seleksi Penyedia Printer Meterai Digital, Ini 13 Syarat yang Wajib Dipenuhi PerusahaanDJP Hapus Sanksi Pajak: Bukan Tax Amnesty, Pokok Utang Tetap Wajib DibayarMulai Hari Ini, Izin Konsultan Pajak Wajib Lewat Satu-ProfKeu, Permohonan di Luar Sistem Tak DiprosesKEK Masih Butuh Tax Holiday di Tengah Pajak Minimum Global 15%, Pemerintah Siapkan Skema Insentif BaruKEK Masih Butuh Tax Holiday di Tengah Pajak Minimum Global 15%, Pemerintah Siapkan Skema Insentif BaruEkspor Ilegal Emas Rp1,02 Triliun Terbongkar, Bea Cukai dan Polri Buru Pemilik JaringanDJP Siapkan Pertukaran Data Kripto Lintas Negara Tahun Depan, 23 Juta Akun Jadi TargetPemerintah Tanggung 100% PPN Tiket Pesawat Nataru, Ini Jadwal dan SyaratnyaUpaya DJP Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak dengan Relaksasi SanksiSambut Hari Oeang Ke-80, Kanwil DJP Banten Berbagi Untuk Masyarakat BaduyShopee Siapkan Faktur Pajak November 2026, Pedagang Diminta Periksa Data dan Dokumen PerpajakanBursa Saham Tertekan, Konflik Regional Memburuk, Rupiah AnjlokCoretax Tak Lagi Gunakan Skema Delta, DJP Terapkan Replace untuk Pembetulan SPTDJP Permudah Cetak Ulang Surat Pengukuhan PKP Lewat Coretax, Ini Cara dan SolusinyaBebas Pajak Karyawan dan Kenaikan PTKP 2027, Pemerintah Siapkan 9 Stimulus EkonomiPemerintah Kejar Sisa Target Pajak Rp750 Triliun, Andalkan Marketplace, PPN Digital, dan Penghapusan SanksiDJP Buka Seleksi Penyedia Printer Meterai Digital, Ini 13 Syarat yang Wajib Dipenuhi PerusahaanDJP Hapus Sanksi Pajak: Bukan Tax Amnesty, Pokok Utang Tetap Wajib DibayarMulai Hari Ini, Izin Konsultan Pajak Wajib Lewat Satu-ProfKeu, Permohonan di Luar Sistem Tak Diproses
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Optimistis, Perekonomian Nasional Terus Membaik

·

Optimistis, Perekonomian Nasional Terus Membaik

PajakOnline.com—Perekonomian nasional menunjukkan pemulihan dengan tumbuh -0,74% (YoY) pada Triwulan I tahun 2021 walaupun masih minus, setelah mengalami guncangan hebat lantaran pandemi sejak 2020 lalu. Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini terjadi secara konsisten sejalan dengan langkah penanganan pandemi yang semakin baik.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, kinerja ekonomi pada Triwulan I tahun 2021 mengindikasikan tren pemulihan yang solid.

“Pemerintah secara konsisten terus memperkuat langkah pemulihan ekonomi melalui faktor yang menjadi game changer melalui penanganan pandemi, dukungan kepada sektor riil, dan kebijakan reformasi struktural. Langkah penanganan di bidang kesehatan tetap menjadi prioritas utama untuk mengatasi sumber guncangan,” kata Febrio dalam keterangan pers, Rabu (5/5/2021).

Berbagai indikator ekonomi yang berhasil menunjukkan tren positif sepanjang Kuartal I 2021. Seperti pada penguatan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur global April 2021 sebesar 55,8 tertinggi sejak April 2010.

Konsumsi pemerintah tumbuh positif 2,96% (YoY). Konsumsi rumah tangga tumbuh -2,23% (YoY), meningkat dibanding Triwulan IV 2020 yang sebesar -3,61% (YoY). Peningkatan penjualan kendaraan sebagai efek nyata kebijakan relaksasasi PPnBM tumbuh -4,24% (YoY) dari -9,45% di Triwulan IV 2020.

Selain itu, tren positif juga ditunjukkan dengan tren peningkatan kinerja perdagangan internasional Indonesia. Komponen ekspor tumbuh sebesar 6,74% (YoY) seiring pemulihan ekonomi mitra dagang utama yang mendorong kenaikan permintaan ekspor produk unggulan.

Sementara itu, kinerja impor juga kembali tumbuh positif 5,27% (YoY). Kinerja positif impor ini menunjukkan pulihnya aktivitas produksi dan peningkatan permintaan domestik, seiring kenaikan impor bahan baku dan barang modal.

Peningkatan kinerja ekonomi juga ditandai tren positif sektor lainnya. Sektor pertanian, informasi dan komunikasi, manufaktur, perdagangan, konstruksi, sektor transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi makan minum, kesemuanya menunjukkan kinerja yang lebih baik.

Pemerintah optimistis momentum perbaikan ekonomi pada Kuartal I ini akan terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi yang positif di Kuartal II dapat terjadi dengan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.

Berita lainnya di Headlines