PajakOnline.com—Dalam masa pandemi Covid-19 ini Pemerintah telah memberikan insentif pajak kepada pekerja yaitu relaksasi fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21). Pembayaran PPh 21 dihapuskan oleh Pemerintah sebagai komitmen Pemerintah membantu pekerja dan perusahaan. Dengan insentif PPh 21 ini pihak pekerja dapat memanfaatkannya untuk mendukung daya belinya, sementara perusahaan dapat menggunakan untuk memperkuat modal kerja.

Koordinator Advokasi BPJS Watch
Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23/PMK.03/2020 dan PMK Nomor 44/PMK.03/2020 yang mengatur Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019, perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 merupakan perusahaan yang terdaftar pada KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha) tertentu, mulai tanggal 1 April 2020 penghasilan teratur yang diterima oleh pekerja berpenghasilan Rp 200 juta setahun yang bekerja pada perusahaan yang terdampak Covid-19 mendapat fasilitas PPh 21 ditanggung Pemerintah atau DTP.
Insentif pajak tersebut tentunya baik, namun seharusnya insentif tersebut juga diberlakukan secara khusus kepada pekerja yang ter-PHK yang mencairkan dana program JHT (Jaminan Hari Tua). Pencairan dana JHT oleh pekerja yang terPHK merupakan salah satu cara pekerja untuk tetap mempertahankan daya belinya, di tengah kondisi pandemi yang menciptakan resesi ekonomi saat ini.
Pencairan dana JHT bagi pekerja yg ter PHK seharusnya dibebaskan dari pajak JHT-nya. Pengenaan pajak pencairan dana JHT mengacu pada Pasal 2 ayat (1) PP Nomor 68 Tahun 2009 yang menyatakan : “Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus dikenai pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang bersifat final.” Adapun tarif pajak PPH 21 tersebut diatur oleh Pasal 5 PP ini.
Demikian juga dengan pengenaan pajak progresif terhadap pencairan dana JHT secara bertahap bagi peserta yang sudah menjadi peserta JHT minimal 10 tahun sesuai Pasal 37 ayat (3) UU SJSN, seharusnya juga dihapuskan sehingga bisa mendukung pekerja yang ter PHK.
