PajakOnline.com—Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan hilirisasi tidak hanya dilakukan pada sektor pertambangan saja, melainkan juga sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan. Jokowi mengatakan, komoditas pertanian, perkebunan, dan perikanan juga memiliki potensi untuk diolah menjadi barang jadi ataupun setengah jadi. Jokowi mencontohkan Thailand mampu mengolah kelapa muda bernilai Rp10.000 hingga Rp15.000 menjadi produk bernilai tambah yakni coco thumb.
"Kalau jadi kayak di Thailand menjadi coco thumb itu, dikupas sedikit saja, sudah jadi Rp45 ribu, Rp50 ribu, 3 kali lipat," kata Jokowi, dikutip hari ini.
Menurut Jokowi, Indonesia seharusnya mampu melakukan hal yang sama. "Kita bukan bisa, sangat bisa melakukan itu, daerah sangat bisa melakukan itu dan rakyat sangat bisa melakukan itu, didorong untuk ke sana," kata Jokowi.
Di sektor perikanan, Jokowi mengatakan terdapat potensi nilai tambah sebesar 2 hingga 3 kali lipat bila pelaku usaha mau memproduksi tepung ikan. "Permintaan dunia akan tepung ikan ini besar sekali. Sehingga yang namanya nelayan, UMKM, koperasi, industri kecil didorong untuk melakukan ini, dan produkproduk yang lainnya yang sangat banyak ragamnya di daerah-daerah," ujar Jokowi.
