TRENDING
Mekanik di Tangerang Ditagih Pajak McLaren Rp137 Juta, Identitas Diduga DicatutResensi Buku: Negara dalam Cengkeraman Partai: PartitokrasiKelas Menengah Susut, Masyarakat Downgrade LifestylePerlinsos Digital Diluncurkan 10 November 2026, Pemerintah Targetkan 48 Juta Keluarga Miskin TerdaftarInflasi Pangan Tembus 5,03%, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Perhatian Pemerintah52% Ekonom Nilai Ekonomi Indonesia Memburuk8 Strategi DJP Tahun Depan, Gunakan AI dan Prioritaskan Pengawasan Aset KriptoDJP Rekam 5,5 Juta Transaksi Digital Luar Negeri Senilai Rp10 TriliunDJP Permudah Cetak Ulang Surat Pengukuhan PKP Lewat CoretaxDampak Skema Replace untuk Pembetulan SPTDJP Dorong Wajib Pajak Manfaatkan Pengurangan SanksiKanwil DJP Bengkulu dan Lampung dan Perketat Pengawasan Pajak bersama Kejati, Bidik Pidana Perpajakan hingga TPPUSuahasil Rombak Eselon I Kemenkeu, Lima Pejabat Baru DilantikDiskon Biaya Admin Marketplace Minimal 50% Berlaku Permanen, UMKM Produk Lokal Wajib Daftar SAPA UMKMPemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi, Investasi Capai Rp1.539 Triliun hingga September 2026Inflasi September 2026 Naik Jadi 3,28%, Harga Pangan Melonjak Daya Beli Masyarakat TurunMekanik di Tangerang Ditagih Pajak McLaren Rp137 Juta, Identitas Diduga DicatutResensi Buku: Negara dalam Cengkeraman Partai: PartitokrasiKelas Menengah Susut, Masyarakat Downgrade LifestylePerlinsos Digital Diluncurkan 10 November 2026, Pemerintah Targetkan 48 Juta Keluarga Miskin TerdaftarInflasi Pangan Tembus 5,03%, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Perhatian Pemerintah52% Ekonom Nilai Ekonomi Indonesia Memburuk8 Strategi DJP Tahun Depan, Gunakan AI dan Prioritaskan Pengawasan Aset KriptoDJP Rekam 5,5 Juta Transaksi Digital Luar Negeri Senilai Rp10 TriliunDJP Permudah Cetak Ulang Surat Pengukuhan PKP Lewat CoretaxDampak Skema Replace untuk Pembetulan SPTDJP Dorong Wajib Pajak Manfaatkan Pengurangan SanksiKanwil DJP Bengkulu dan Lampung dan Perketat Pengawasan Pajak bersama Kejati, Bidik Pidana Perpajakan hingga TPPUSuahasil Rombak Eselon I Kemenkeu, Lima Pejabat Baru DilantikDiskon Biaya Admin Marketplace Minimal 50% Berlaku Permanen, UMKM Produk Lokal Wajib Daftar SAPA UMKMPemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi, Investasi Capai Rp1.539 Triliun hingga September 2026Inflasi September 2026 Naik Jadi 3,28%, Harga Pangan Melonjak Daya Beli Masyarakat Turun
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Muhammadiyah Lebih Dulu Rayakan

·

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Muhammadiyah Lebih Dulu Rayakan

Jakarta, PajakOnline — Pemerintah resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan usai sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Kamis (19/3/2026) malam ini.

Penetapan tersebut sekaligus memastikan bahwa umat Islam yang mengikuti keputusan pemerintah akan menyempurnakan puasa Ramadan menjadi 30 hari.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa hasil rukyatul hilal di berbagai titik di Indonesia menunjukkan posisi bulan sabit belum memenuhi kriteria visibilitas yang disepakati secara regional.

“Ketinggian hilal belum mencapai batas minimal, sehingga tidak memungkinkan untuk ditetapkan sebagai awal Syawal,” ujarnya dalam konferensi pers.

Secara astronomi, posisi hilal pada 19 Maret 2026 tercatat masih di bawah ambang batas kriteria MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Kondisi ini membuat hilal mustahil teramati di sebagian besar wilayah Indonesia.

Di sisi lain, organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Lebaran jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Perbedaan metode ini kembali memunculkan potensi perbedaan hari raya di Indonesia, fenomena yang hampir terjadi setiap tahun dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Sejumlah lembaga seperti BMKG dan BRIN sebelumnya juga telah memprediksi bahwa hilal tidak akan terlihat pada 19 Maret 2026.

Prediksi tersebut memperkuat kemungkinan Lebaran jatuh pada 21 Maret, sebagaimana akhirnya diputuskan pemerintah.

Dengan keputusan ini, mayoritas umat Islam di Indonesia diperkirakan akan melaksanakan Salat Idul Fitri pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026, sementara sebagian lainnya telah lebih dahulu merayakan pada hari sebelumnya.

Perbedaan ini diharapkan tidak mengurangi makna Idul Fitri sebagai momentum mempererat persaudaraan, silaturahmi dan saling memaafkan.

Berita lainnya di Headlines