PajakOnline.com—Penerimaan negara terus menunjukkan kinerja yang positif atau bertambah. Peningkatan ini didorong tren kenaikan sejumlah harga komoditas, aktivitas impor dan konsumsi domestik yang sejalan dengan pemulihan ekonomi. Demikian disampaikan dalam konferensi pers APBN Kita Edisi April, Rabu (20/4/2021).
“Pada penerimaan kita lihat ini menggambarkan pemulihan ekonomi nasional yang cukup baik. Kita lihat pajak penerimaannya mencapai Rp322,46 triliun atau 25,49% dari target. Tumbuhnya masih sangat tinggi sebesar 41,36%. Kalau kita lihat jenis pajaknya yang non-migas juga pertumbuhannya sangat tinggi. Jadi pajak yang tingginya tidak hanya berhubungan dengan adanya kenaikan harga komoditas, namun juga ada yang berasal dari pemulihan ekonomi yang menjadi basisnya,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada acara tersebut.
Secara rinci, hingga akhir Maret 2022 PPH non-migas tercatat mencapai Rp172,09 triliun (27,6% dari target), PPN dan PPnBM tercapai sebesar Rp130 triliun (23,48% dari target), PBB tercapai sebesar Rp2,29 triliun (7,69% dari target), dan PPh Migas Rp17,94 triliun (37,9% dari target).
“Kita lihat pemulihan ekonomi memang menggambarkan suatu akselerasi tapi juga di sisi lain pertumbuhan kita yang sangat tinggi sekarang ini karena tahun lalu basis penerimaan pajak yang sangat rendah karena waktu itu kita masih memberikan berbagai fasilitas bagi dunia usaha dalam menghadapi Covid yang sangat menekan,“ lanjut Menkeu.
