PajakOnline.com—Penasihat investasi atau keuangan menyarankan agar investor membangun portofolio investasi. Namun, dalam membangun portofolio investasi butuh perencanaan yang cermat, pengambilan keputusan yang strategis, dan perspektif jangka panjang.
Sementara itu, Portofolio investasi merupakan kumpulan aset investasi milik individu, lembaga keuangan, perusahaan maupun manajer investasi. Adapun isi dari portofolio diantaranya susunan saham, obligasi, reksa dana, uang tunai, atau komoditas milik investor. Selain itu, aset yang tersimpan di dalamnya dapat berupa real estate, karya seni, perhiasan maupun bentuk penanaman modal lain yang bisa mendatangkan keuntungan di masa mendatang.
Untuk itu, dalam membuat portofolio investasi terdapat beberapa strategi yang harus diterapkan untuk meminimalisasi risiko sekaligus meningkatkan keuntungan. Sebagai berikut:
- Diversifikasi portofolio, yaitu strategi investor untuk mengoptimalkan return dan meminimalisasi risiko dengan menempatkan investasi pada lebih dari satu instrumen, baik saham maupun nonsaham.
- Lakukan penelitian menyeluruh dalam membangun portofolio investasi yang mengesankan. Investor harus mendedikasikan waktu dan upaya untuk memahami perusahaan, industri, dan tren tempat mereka berinvestasi. Analisis fundamental, yang melibatkan mempelajari laporan keuangan, mengevaluasi model bisnis, dan menilai keunggulan kompetitif, dapat membantu mengidentifikasi perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang solid.
- Dalam diversifikasi portofolio, ada baiknya investor menggunakan produk investasi yang likuid, seperti reksa dana, pasar uang, surat deposito, dan emas. Hal tersebut bertujuan agar lebih mudah dilikuidasi.
