PajakOnline.com—Aparatur Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) diminta untuk selalu responsif dan waspada sebagai salah satu institusi yang bekerja melayani masyarakat dan industri dalam menjaga pemulihan ekonomi di tengah pandemi.
DJBC sebagai salah satu institusi yang berada di garda depan akan terus memperlancar arus barang terutama barang-barang di bidang kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
“Kita harus masih berjuang dan harus menjaga pemulihan tersebut. Ini adalah sebuah pekerjaan besar, sebuah panggilan negara, dan merupakan tugas yang utama. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bahwa tugas belum selesai, dan tidak saatnya kita berpuas diri,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan arahan dalam Apel Khusus Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-75, secara virtual belum lama ini.
Menkeu menghargai langkah-langkah seluruh jajaran DJBC yang terus ikut mendukung proses pemulihan ekonomi dengan mendorong ekspor kembali dari seluruh komoditas yang ada di Indonesia bertepatan dengan momentum pemulihan ekonomi global.
Menkeu menekankan hal ini membutuhkan kecermatan para jajaran dalam memberikan pelayanan. Momentum pemulihan ekonomi secara dunia sedang terjadi saat ini, akan memengaruhi peningkatan permintaan terhadap barang-barang yang diproduksi Indonesia.
“Kita melihat pertumbuhan ekspor yang bahkan mencapai di atas 50 persen, dan neraca perdagangan kita yang mengalami surplus terbesar dalam sejarah ini menggambarkan bahwa gerak dari ekspor dan impor akan meningkat secara sungguh luar biasa. Disini peranan DJBC sebagai institusi di garis depan akan sangat menentukan reputasi maupun kelancaran dari arus barang namun tetap patuh terhadap peraturan perundang-undangan,” tegas Menkeu.
