TRENDING
Sebanyak 25 Aset Sitaan Pajak Senilai Rp17,8 Miliar di Kalbar Segera DilelangSebanyak 420.000 Wajib Pajak Orang Pribadi Kena PPh 35%Harga Minyak Tembus USD100, Risiko Ekonomi Global dan Indonesia MeningkatBank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Menjadi 5,2%Simulasi Uji Kompetensi Perpajakan Digelar 12 Oktober 2026, Peserta Diminta Siapkan Perangkat dan JaringanKurs Pajak 7–13 Oktober 2026: Dolar AS Naik Jadi Rp17.935DJP Kejar Target Pajak Rp2.593,35 Triliun pada 2027, Ini StrateginyaBSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Segera Disiapkan, Syarat dan Jadwal Pencairan Masih Menunggu AturanSatgas PKH Setor Rp13,24 Triliun ke Negara, Termasuk Penerimaan PajakTiga Indikator Ekonomi Menguat, Fundamental Indonesia Makin Terjaga Masuki Kuartal IV 2026Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangInflasi September 2026 Naik Jadi 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi SorotanSurplus Perdagangan Indonesia Capai USD7,25 MiliarDJP Perkuat Implementasi Pajak Minimum Global, Sasar Wajib Pajak MultinasionalTarget Pajak 2027 Naik, DJP Pastikan Restitusi Tetap Cair Tepat WaktuPMK 71/2026 Buka Pengajuan Penghapusan Sanksi Pajak hingga 2 TahunSebanyak 25 Aset Sitaan Pajak Senilai Rp17,8 Miliar di Kalbar Segera DilelangSebanyak 420.000 Wajib Pajak Orang Pribadi Kena PPh 35%Harga Minyak Tembus USD100, Risiko Ekonomi Global dan Indonesia MeningkatBank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Menjadi 5,2%Simulasi Uji Kompetensi Perpajakan Digelar 12 Oktober 2026, Peserta Diminta Siapkan Perangkat dan JaringanKurs Pajak 7–13 Oktober 2026: Dolar AS Naik Jadi Rp17.935DJP Kejar Target Pajak Rp2.593,35 Triliun pada 2027, Ini StrateginyaBSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Segera Disiapkan, Syarat dan Jadwal Pencairan Masih Menunggu AturanSatgas PKH Setor Rp13,24 Triliun ke Negara, Termasuk Penerimaan PajakTiga Indikator Ekonomi Menguat, Fundamental Indonesia Makin Terjaga Masuki Kuartal IV 2026Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangInflasi September 2026 Naik Jadi 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi SorotanSurplus Perdagangan Indonesia Capai USD7,25 MiliarDJP Perkuat Implementasi Pajak Minimum Global, Sasar Wajib Pajak MultinasionalTarget Pajak 2027 Naik, DJP Pastikan Restitusi Tetap Cair Tepat WaktuPMK 71/2026 Buka Pengajuan Penghapusan Sanksi Pajak hingga 2 Tahun
PajakOnline
Beranda
Berita PajaknewsHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

APBN Kita Edisi Agustus 2022, Risiko Bergeser dari Pandemi ke Tekanan Ekonomi Global

· · pajakonline.com

PajakOnline.com—Tekanan inflasi global masih tinggi dan mendorong kenaikan suku bunga di banyak negara serta berpotensi meningkatkan cost of fund dan lebih ketatnya likuiditas global. Selain berlanjutnya inflasi dan pengetatan moneter, potensi krisis utang global dan potensi stagflasi perlu diwaspadai.

Sementara itu, perlambatan aktivitas manufaktur global berlanjut, didorong penurunan tingkat permintaan dan ekspor, serta tingkat output yang tidak berubah. Di sisi lain, tekanan pada pasar keuangan global berangsur mereda pasca FOMC meeting bulan Juli 2022.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Laporan APBN Kita Edisi Agustus 2022. Lebih jauh, Menkeu memaparkan prospek pertumbuhan ekonomi global melemah akibat berlanjutnya konflik geopolitik (termasuk Perang Rusia-Ukraina), meningkatnya risiko stagflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global. IMF memperkirakan pertumbuhan global tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 3,2% dan 2,9% (yoy), lebih rendah 0,4 pp dan 0,7 pp dari perkiraan April 2022 seiring risiko stagflasi dan ketidakpastian pasar keuangan yang semakin meningkat.

Beralih ke domestik, pemulihan ekonomi nasional menguat signifikan didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, investasi dan kinerja ekspor. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II mencapai 5,4%, ditopang hampir semua sektor dan merata secara spasial. Berbagai indikator dini juga menunjukkan tren yang masih kuat memasuki kuartal III 2022.

Kondisi ekonomi Indonesia mendapat apresiasi dari lembaga internasional. Hal ini ditandai dengan perbaikan outlook peringkat kredit dari S&P dan afirmasi dari Fitch, R&I dan JCR, di tengah maraknya aksi penurunnan peringkat kredit pada negara lain.

Pemulihan ekonomi domestik berjalan baik namun risiko global khususnya yang berasal dari inflasi, pengetatan moneter dan resesi negara maju harus diwaspadai. Kinerja APBN bulan Juli kembali mencatatkan surplus, ditopang kinerja pendapatan yang masih tumbuh tinggi. “Inilah yang nanti kita akan terus jaga supaya kesehatan APBN akan menjadi faktor untuk menciptakan sentimen positif, sehingga pemulihan ekonomi juga akan terus berlangsung padahal kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja. Dengan adanya APBN yang relatif kuat dan sehat ini memberikan keyakinan, confidence dan juga sentimen yang diharapkan positif,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Di sisi lain, belanja negara mulai tumbuh dan perlu terus diakselerasi, kinerja investasi juga diupayakan tetap maksimal untuk mendukung pemulihan ekonomi dan melindungi masyarakat. Pembiayaan APBN terjaga, namun tetap merespon dinamika pasar keuangan yang volatile. Kebijakan APBN 2022 menjadi pondasi penting menghadapi dinamika global dan penyehatan APBN ke depan. Demikian disampaikan dalam publikasi APBN Kita edisi Agustus 2022.