PajakOnline | Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyatakan, pajak berperan penting dalam pembangunan nasional, termasuk pengembangan ekosistem pariwisata olahraga (sport tourism) seperti menghadirkan lintasan balap Sirkuit Mandalika.
Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dibuka sejak 2021 sering menjadi lokasi event balapan internasional. Sirkuit ini digunakan untuk gelaran MotoGP 2025.
"Di balik suksesnya gelaran MotoGP, ada peran uang kita lho. Sirkuit Mandalika dibangun antara lain dari APBN yang berasal dari pajak," tulis DJP di media sosial, dikutip Selasa (7/10/2025).
Dengan pembangunan sirkuit dan infrastruktur lain di sekitarnya, DJP menyebut gelaran internasional yang dilaksanakan dapat berjalan lancar. Dengan begitu, kegiatan tersebut mampu meningkatkan perekonomian regional.
Ketika ekonomi bergerak, konsumsi masyarakat akan meningkat dan menambah penerimaan pajak negara. "Event internasional ini menggerakkan ekonomi NTB yang pada gilirannya berkontribusi pada penerimaan pajak," terang DJP.
Tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, DJP menilai pengelolaan aset negara yang optimal juga berperan mendorong sport tourism. Contohnya, memberdayakan barang milik negara (BMN) di sekitar Sirkuit Mandalika.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga melaksanakan lelang amal merchandise MotoGP Mandalika 2025. DJP menjelaskan hasil lelang ini seluruhnya akan digunakan untuk program pencegahan dan penanganan stunting.
Di samping itu, pemerintah juga memberikan fasilitas kepabeanan supaya penyelenggaraan MotoGP berjalan lancar, mengingat ajang internasional itu bakal berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. "Fasilitas kepabeanan dan kemudahan prosedur barang masuk turut menggerakkan
percepatan roda perekonomian," kata DJP.
Fasilitas ini diperuntukan bagi kru beserta logistik yang dibawa ke Indonesia. Dukungan tersebut berupa fasilitas impor sementara atas barang-barang yang dibutuhkan selama ajang olahraga tersebut sehingga dibebaskan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.
