TRENDING
BSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Segera Disiapkan, Syarat dan Jadwal Pencairan Masih Menunggu AturanSatgas PKH Setor Rp13,24 Triliun ke Negara, Termasuk Penerimaan PajakTiga Indikator Ekonomi Menguat, Fundamental Indonesia Makin Terjaga Masuki Kuartal IV 2026Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangInflasi September 2026 Naik Jadi 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi SorotanSurplus Perdagangan Indonesia Capai USD7,25 MiliarDJP Perkuat Implementasi Pajak Minimum Global, Sasar Wajib Pajak MultinasionalTarget Pajak 2027 Naik, DJP Pastikan Restitusi Tetap Cair Tepat WaktuPMK 71/2026 Buka Pengajuan Penghapusan Sanksi Pajak hingga 2 TahunKanwil DJP Bali Serahkan Tersangka Pidana di Bidang PerpajakanDJP Terbitkan Aturan Penyedia Printer Meterai Teraan DigitalGaruda Juara ASEAN! Bekap Thailand Lewat Penalti, Gema Sasmita Bicara DNA JuaraDJP Kejar Target Pajak Rp2.593,4 Triliun pada 2027Tax Ratio 2027 Ditargetkan 9,26%, DJP Andalkan Coretax dan Perluasan Basis PajakSebanyak 11 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober 2026, Cek Daftar dan KeringanannyaSuahasil Lantik 17 Pejabat Kemenkeu, 13 di Antaranya Pejabat Strategis DJPBSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Segera Disiapkan, Syarat dan Jadwal Pencairan Masih Menunggu AturanSatgas PKH Setor Rp13,24 Triliun ke Negara, Termasuk Penerimaan PajakTiga Indikator Ekonomi Menguat, Fundamental Indonesia Makin Terjaga Masuki Kuartal IV 2026Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangInflasi September 2026 Naik Jadi 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi SorotanSurplus Perdagangan Indonesia Capai USD7,25 MiliarDJP Perkuat Implementasi Pajak Minimum Global, Sasar Wajib Pajak MultinasionalTarget Pajak 2027 Naik, DJP Pastikan Restitusi Tetap Cair Tepat WaktuPMK 71/2026 Buka Pengajuan Penghapusan Sanksi Pajak hingga 2 TahunKanwil DJP Bali Serahkan Tersangka Pidana di Bidang PerpajakanDJP Terbitkan Aturan Penyedia Printer Meterai Teraan DigitalGaruda Juara ASEAN! Bekap Thailand Lewat Penalti, Gema Sasmita Bicara DNA JuaraDJP Kejar Target Pajak Rp2.593,4 Triliun pada 2027Tax Ratio 2027 Ditargetkan 9,26%, DJP Andalkan Coretax dan Perluasan Basis PajakSebanyak 11 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober 2026, Cek Daftar dan KeringanannyaSuahasil Lantik 17 Pejabat Kemenkeu, 13 di Antaranya Pejabat Strategis DJP
PajakOnline
Beranda
Berita PajaknewsHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I-2026

· · pajakonline.com

Jakarta, PajakOnline - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Capaian tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir dan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, peningkatan belanja pemerintah, serta aktivitas investasi yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat mencapai Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.447,7 triliun atas dasar harga konstan.

Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur nasional, Ramadan, dan Idulfitri menjadi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Belanja pemerintah juga meningkat signifikan seiring percepatan realisasi program prioritas dan stimulus ekonomi pemerintah.

Meski tumbuh kuat secara tahunan, BPS mencatat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibandingkan triwulan IV-2025 secara quarter to quarter (qtq). Namun kondisi tersebut dinilai sebagai pola musiman yang lazim terjadi pada awal tahun setelah tingginya aktivitas ekonomi pada akhir tahun sebelumnya.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen, didukung stabilitas inflasi, konsumsi domestik, serta keberlanjutan program hilirisasi dan investasi nasional.