TRENDING
Viral Pajak Pembalut, DJP Ungkap Alasan Dikenakan PPNKadin Targetkan Ekspor Indonesia USD330 Miliar, UMKM dan Industri Lokal Jadi Sasaran UtamaSKP dan STP Hasil Pemeriksaan Pajak Bisa Dapat Pengurangan Sanksi hingga 100%, Ini SyaratnyaPenerimaan Pajak Capai Rp1.607,6 Triliun, Pemerintah Hadapi Tantangan Akhir TahunBaru 25% Perusahaan Multinasional Terapkan Pajak Minimum GlobalAbdul Koni: Patuh Pajak, Pencatatan Pembukuan dan Arus Kas Bikin Bisnis Naik KelasDJP Berikan Fasilitas Pengurangan Sanksi Administratif Pajak, Manfaatkan Segera Di Awal WaktuPengusaha Cerdas, Bisnis Berkualitas: PajakOnline dan IPEMI DKI Jakarta–Kepulauan Seribu Dorong Pengusaha Muslimah Perkuat Strategi Pajak dan KeuanganDanantara Bidik Investasi Rp542 Triliun, Lebih dari 40 Proyek Industri Strategis DisiapkanHarga Minyak Dunia Melonjak, Brent Tembus USD115 per Barel, Biaya Energi Indonesia Terancam NaikRupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.184: Dunia Usaha Waspadai Lonjakan Biaya ImporReformasi Pasar Modal, Jaga Kepercayaan InvestorPemerintah Siapkan Badan Khusus Migas, Perizinan Investasi Bakal Satu PintuBaru 25% Wajib Pajak Multinasional Terapkan Pajak Minimum Global, DJP Dorong Kepatuhan Jelang TenggatPemerintah Siapkan Penyesuaian Insentif KEK di Tengah Pajak Minimum Global 15%DJP Tegaskan Penghapusan Sanksi Pajak Tidak Otomatis, Wajib Pajak Harus Mengajukan PermohonanViral Pajak Pembalut, DJP Ungkap Alasan Dikenakan PPNKadin Targetkan Ekspor Indonesia USD330 Miliar, UMKM dan Industri Lokal Jadi Sasaran UtamaSKP dan STP Hasil Pemeriksaan Pajak Bisa Dapat Pengurangan Sanksi hingga 100%, Ini SyaratnyaPenerimaan Pajak Capai Rp1.607,6 Triliun, Pemerintah Hadapi Tantangan Akhir TahunBaru 25% Perusahaan Multinasional Terapkan Pajak Minimum GlobalAbdul Koni: Patuh Pajak, Pencatatan Pembukuan dan Arus Kas Bikin Bisnis Naik KelasDJP Berikan Fasilitas Pengurangan Sanksi Administratif Pajak, Manfaatkan Segera Di Awal WaktuPengusaha Cerdas, Bisnis Berkualitas: PajakOnline dan IPEMI DKI Jakarta–Kepulauan Seribu Dorong Pengusaha Muslimah Perkuat Strategi Pajak dan KeuanganDanantara Bidik Investasi Rp542 Triliun, Lebih dari 40 Proyek Industri Strategis DisiapkanHarga Minyak Dunia Melonjak, Brent Tembus USD115 per Barel, Biaya Energi Indonesia Terancam NaikRupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.184: Dunia Usaha Waspadai Lonjakan Biaya ImporReformasi Pasar Modal, Jaga Kepercayaan InvestorPemerintah Siapkan Badan Khusus Migas, Perizinan Investasi Bakal Satu PintuBaru 25% Wajib Pajak Multinasional Terapkan Pajak Minimum Global, DJP Dorong Kepatuhan Jelang TenggatPemerintah Siapkan Penyesuaian Insentif KEK di Tengah Pajak Minimum Global 15%DJP Tegaskan Penghapusan Sanksi Pajak Tidak Otomatis, Wajib Pajak Harus Mengajukan Permohonan
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Indonesia Food Bank, Gerakan Berbagi Makanan Di Tengah Pandemi

· ·

Indonesia Food Bank, Gerakan Berbagi Makanan Di Tengah Pandemi

PajakOnline.com—Pandemi Covid-19 yang penuh ketidakpastian (uncertainty) berdampak buruk bagi dunia. Mulai dari perlambatan ekonomi global hingga terjadinya resesi.

Sejumlah negara, termasuk negara tetangga Malaysia dan Singapura telah mengalami resesi. Juga Indonesia. Terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal saat pandemi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah meningkatkan angka belasan juta pengangguran. Daya beli masyarakat anjlok, merosot tajam. Bahaya kelaparan mengancam.

Bagi warga miskin yang lebih menakutkan dari Covid-19 adalah kelaparan. Semakin melemahnya daya beli, sulitnya mendapat pekerjaan, membuat mereka tidak punya uang untuk dibelanjakan.

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diharapkan dapat menjadi penyelamat perekonomian nasional dari tekanan krisis akibat pandemi ini ternyata tidak berdaya. UMKM ikut terpuruk di tengah pandemi dan perlu untuk diselamatkan. Sebab, UMKM dinilai mampu menjadi penyerap tenaga kerja.

Oleh karena itu, di tengah Pandemi Covid-19 dan upaya untuk keluar dari resesi ini, Indonesia Food Bank (IFB) yang berada di bawah naungan Yayasan Gerakan Berbagi Pangan Dunia atau disingkat Yayasan Gerbang Dunia membuat program Food Share Action, yakni Berbagi Makanan.

Indonesia Food Bank (IFB) di bawah naungan Yayasan Gerakan Berbagi Pangan Dunia.

Gerakan IFB ini telah dideklarasikan pada 17 Agustus 2020 dengan penuh semangat kepedulian bertema Merdeka dari Kelaparan.

"Gerakan Berbagi Makanan ini kemudian kita lakukan rutin setiap hari Jumat. Secara internal kita patungan atau urunan dana untuk kemudian dibelanjakan di UMKM kuliner. Makanan hasil belanja di UMKM tersebut kami bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan makanan," kata Eka L. Prasetya, Ketua Yayasan Gerakan Berbagi Pangan Dunia di Jakarta.

Belanja di UMKM dimaksudkan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional. Pemerintah menyatakan, memprioritaskan UMKM karena menjadi dinamisator pemulihan ekonomi.

Yayasan Gerakan Berbagi Pangan Dunia berdiri karena dilatarbelakangi keprihatinan dan kepedulian di tengah pandemi Covid-19. Susunan Pengurus Yayasan Gerakan Berbagi Pangan Dunia sebagai berikut Pembina: Amirullah, Pengawas: Ardi Syahdu Lazuardi, Ketua: Eka L Prasetya, Sekretaris Randi Angkasa, dan Bendahara Narko Hartoyo.

Fakta kelaparan masih terjadi di Indonesia/PajakOnline.com

"Kita berharap gerakan kita dapat lebih terorganisir dan massif. Sebab, melibatkan partisipasi publik yang lebih luas lagi untuk bergotong-royong, saling menjaga, saling menolong dari kesulitan memenuhi kebutuhan paling mendasar, yakni ketersediaan makanan sehingga terhindar dari kelaparan," kata Eka, founder Gerakan Berbagi Pangan Dunia.

Sementara itu, Pembina Yayasan Gerakan Berbagi Pangan Dunia, Amirullah mengatakan, kelaparan bukan hanya dapat dialami oleh orang-orang yang homeless (tidak memiliki rumah). Tapi juga bisa dialami oleh mereka yang terlihat punya rumah.

"Karena menjadi korban PHK, pesangon habis buat makan. Sudah berusaha cari kerja, belum dapat juga. Di dompet, kantongnya sama sekali gak punya uang. Mereka bisa kelaparan karena tidak mampu membeli makanan," kata pria yang akrab disapa Ko Amir ini.

Program kerja Indonesia Food Bank (IFB), selain terus bergerak untuk kegiatan Food Share, rencana ke depan adalah membangun outlet-outlet IFB di seluruh kota besar di Indonesia. Di outlet tersebut akan tersedia makanan untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

"Outlet IFB di berbagai kota nantinya hanya menjadi tempat atau shelter untuk menaruh dan menyalurkan makanan. Kita tetap akan berbelanja hasil donasi di UMKM kuliner agar ekonomi berputar. Karena gerakan ini menjadi akselerator perekonomian. Dan di sisi lain, menjaga mereka yang hidupnya masih kekurangan untuk terhindar dari bahaya kelaparan," kata Amir.

Berita lainnya di Headlines