PajakOnline.com—Indonesia memimpin presidensi G20. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) nya akan dilaksanakan pada November 2022 mendatang, di mana ratusan pertemuan akan digelar dalam perhelatan akbar ini.
Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin menjelaskan, Indonesia menjadi negara berkembang pertama yang akan menjadi tuan rumah G20. Forum kerja sama multilateral ini dihadiri oleh 19 negara utama dan Uni Eropa.
G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 80% PDB dunia, dan 75% perdagangan global. Masyita menyebutkan akan terdapat beberapa alur kerja dalam perumusan kebijakan jalur keuangan di acara tersebut yaitu Sustainable Finance Working Grup (SFWG), Internasional Financial Architecture Working Group (IFAWG), Infrastructure Working Grup (IWG), Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI), dan Framework Working Group (FWG).
Pada SFWG, Indonesia akan fokus pada transisi pengembangan pasar keuangan dan pengembangan kebijakan fiskal untuk membahas akselerasi transisi perubahan iklim. Ia juga menegaskan Indonesia dalam G20 yang berlangsung hingga tahun depan akan mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan lebih kuat dan berkelanjutan melalui tema mengenai pulih bersama dan pulih lebih kuat atau recover together recover stronger.
