PajakOnline.com—Pemerintah berupaya melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (P2DD) kepada pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia. Salah satu instrumen digitalisasi yang memberikan kemudahan masyarakat dalam membayar pajak daerah adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menjelaskan, penggunaan QRIS pada semester I/2022 telah dilakukan oleh 336 pemda di 33 provinsi. Artinya, semakin banyak masyarakat yang termudahkan dan lebih efisien dalam membayar pajak dengan penggunaan QRIS sebagai kanal pembayaran.
Iskandar mengatakan, dari 336 pemda itu terdapat peningkatan elektronifikasi aneka jenis pajak dan retribusi.
“Jenis pajak yang dielektronifikasi meningkat 6,5 persen menjadi 94 persen; dan jenis retribusi yang dielektronifikasi meningkat 14 persen menjadi 74,7 persen,” kata Iskandar dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, dikutip hari ini.
Untuk itu, pihaknya terus mendorong elektronifikasi melalui pemanfaatan QRIS sebagai kanal pembayaran pajak daerah dan retribusi, termasuk pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Hingga saat ini, Tim P2DD—yang diketuai oleh masing-masing kepala daerah—di 33 provinsi telah terkoneksi dengan aplikasi Samsat Digital Nasional (Signal) yang dikembangkan oleh Korlantas Polri.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, digitalisasi telah mempermudah masyarakat membayar pajak dan retribusi. Sementara dari sisi belanja, digitalisasi telah meningkatkan efisiensi serta mendukung pengelolaan dan tata kelola keuangan.
“Bank Indonesia meyakini digitalisasi transaksi pembayaran mampu memperkuat resiliensi pemda melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan realisasi belanja,” ucap Perry.
Tak hanya itu, lanjut Perry, pemda yang berada di tahap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang lebih tinggi, cenderung memiliki resiliensi yang lebih baik terhadap penurunan pendapatan daerah dan memiliki rata-rata realisasi belanja daerah yang lebih baik.
Untuk itu, Perry sebagai salah satu dari delapan satuan tugas P2DD mengapresiasi perkembangan terakhir digitalisasi pemda yang menunjukkan hasil positif pada semester I/2022.
