PajakOnline.com—Setoran pajak dari sektor pertambangan mencatatkan peningkatan di atas 300 persen, terutama dari batu bara, lignit, dan bijih logam. Lonjakan harga komoditas atau commodity boom membawa berkah tersendiri bagi penerimaan negara Indonesia, walaupun sifatnya temporer.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo mengungkapkan pertambangan menjadi sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi dalam kurun Januari—Agustus 2022. Hal tersebut didorong oleh lonjakan kenaikan harga komoditas yang terjadi sejak 2021.
"Mayoritas subsektor pertambangan mencatatkan kenaikan penerimaan lebih dari 100 persen. Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh subsektor pertambangan batu bara dan lignit, disusul oleh pertambangan bijih logam," kata Suryo Utomo dalam Media Briefing yang disiarkan secara virtual, belum lama ini.
DJP mencatat penerimaan pajak dari pertambangan batu bara dan lignit pada Januari—Agustus 2022 mencapai Rp53,63 triliun, porsinya setara dengan 57,8 persen dari penerimaan sektoral. Kinerja itu tumbuh 321,1 persen secara tahunan, meroket dari capaian pertumbuhan Januari—Agustus 2021 di angka 12,1 persen.
