TRENDING
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Menjadi 5,2%Simulasi Uji Kompetensi Perpajakan Digelar 12 Oktober 2026, Peserta Diminta Siapkan Perangkat dan JaringanKurs Pajak 7–13 Oktober 2026: Dolar AS Naik Jadi Rp17.935DJP Kejar Target Pajak Rp2.593,35 Triliun pada 2027, Ini StrateginyaBSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Segera Disiapkan, Syarat dan Jadwal Pencairan Masih Menunggu AturanSatgas PKH Setor Rp13,24 Triliun ke Negara, Termasuk Penerimaan PajakTiga Indikator Ekonomi Menguat, Fundamental Indonesia Makin Terjaga Masuki Kuartal IV 2026Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangInflasi September 2026 Naik Jadi 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi SorotanSurplus Perdagangan Indonesia Capai USD7,25 MiliarDJP Perkuat Implementasi Pajak Minimum Global, Sasar Wajib Pajak MultinasionalTarget Pajak 2027 Naik, DJP Pastikan Restitusi Tetap Cair Tepat WaktuPMK 71/2026 Buka Pengajuan Penghapusan Sanksi Pajak hingga 2 TahunKanwil DJP Bali Serahkan Tersangka Pidana di Bidang PerpajakanDJP Terbitkan Aturan Penyedia Printer Meterai Teraan DigitalGaruda Juara ASEAN! Bekap Thailand Lewat Penalti, Gema Sasmita Bicara DNA JuaraBank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Menjadi 5,2%Simulasi Uji Kompetensi Perpajakan Digelar 12 Oktober 2026, Peserta Diminta Siapkan Perangkat dan JaringanKurs Pajak 7–13 Oktober 2026: Dolar AS Naik Jadi Rp17.935DJP Kejar Target Pajak Rp2.593,35 Triliun pada 2027, Ini StrateginyaBSU Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja Segera Disiapkan, Syarat dan Jadwal Pencairan Masih Menunggu AturanSatgas PKH Setor Rp13,24 Triliun ke Negara, Termasuk Penerimaan PajakTiga Indikator Ekonomi Menguat, Fundamental Indonesia Makin Terjaga Masuki Kuartal IV 2026Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangInflasi September 2026 Naik Jadi 3,28 Persen, Harga Pangan Jadi SorotanSurplus Perdagangan Indonesia Capai USD7,25 MiliarDJP Perkuat Implementasi Pajak Minimum Global, Sasar Wajib Pajak MultinasionalTarget Pajak 2027 Naik, DJP Pastikan Restitusi Tetap Cair Tepat WaktuPMK 71/2026 Buka Pengajuan Penghapusan Sanksi Pajak hingga 2 TahunKanwil DJP Bali Serahkan Tersangka Pidana di Bidang PerpajakanDJP Terbitkan Aturan Penyedia Printer Meterai Teraan DigitalGaruda Juara ASEAN! Bekap Thailand Lewat Penalti, Gema Sasmita Bicara DNA Juara
PajakOnline
Beranda
Berita PajaknewsHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Pembiayaan Utang Pemerintah Capai Rp224,8 Triliun hingga Maret 2023

· · pajakonline.com

PajakOnline.com—Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi pembiayaan utang pemerintah mencapai Rp224,8 triliun hingga akhir Maret 2023. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, realisasi tersebut setara dengan 32,3 persen dari target APBN tahun anggaran 2023. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, realisasi pembiayaan utang hingga Maret 2023 tumbuh sebesar 49,8 persen.

Sri Mulyani menjelaskan, penarikan utang dalam jumlah yang besar pada awal tahun guna mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan di global. “Kita melakukan front loading karena kita mengantisipasi kenaikan suku bunga yang higher for longer,” katanya dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi April 2023. Rinciannya, realisasi pembiayaan utang melalui Surat Berharga Negara (SBN) hingga Maret 2023 mencapai Rp217,6 triliun atau 30,5 persen dari target tahun ini. Penarikan utang melalui SBN ini mengalami peningkatan sebesar 62,9 persen secara tahunan.

Sementara itu, realisasi pembiayaan utang melalui pinjaman tercatat mencapai Rp7,2 triliun pada Maret 2023, turun signifikan 56,3 persen dibandingkan dengan tahun lalu. “Secara keseluruhan, pembiayaan kita masih on track, sesuai dengan APBN. Tahun ini pembiayaan ditargetkan sebesar Rp696 triliun dan realisasi sampai dengan Maret 2023 sebesar Rp224,8 triliun. S

Sri Mulyani menyebutkan, surplus APBN mencapai Rp128,5 triliun pada Maret 2023. Angka itu setara dengan 0,61 persen dari PDB Indonesia. “Posisi APBN kita sampai akhir Maret masih mengalami surplus Rp128,5 triliun atau 0,61 persen dari PDB,” katanya.

Surplus pada Maret 2023 didorong oleh pendapatan negara yang tercatat sebesar Rp647,2 triliun, meningkat 29 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. “Untuk Maret, posisi dr APBN kita masih sangat positif, pendapatan negara kita mencapai Rp647,2 triliun atau ini 26,3 persen dari total target APBN tahun 2023 ini,” katanya. Belanja negara pada Maret 2023 tercatat mencapai Rp518,7 triliun, atau mencapai 16,9 persen dari target belanja dalam APBN Tahun Anggaran 2023.