PajakOnline.com—Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan investasi pada masa periode pemerintahan baru tahun 2025 mencapai Rp1.900 triliun. Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar mengungkapkan, target investasi swasta ini akan berasal dari dua sumber utama, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Hal ini didasarkan pada kebutuhan pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,5% hingga 7,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun yang akan datang. Adininggar menekankan pentingnya investasi ini dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembangunan jangka panjang.
Untuk mencapai target investasi yang ambisius ini, Bappenas menyoroti pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini melibatkan koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta antar lembaga dan kementerian terkait. Selain itu, penyelesaian hambatan-hambatan hukum dan perizinan menjadi prioritas, bersama dengan peningkatan efektivitas insentif bagi investor.
Adapun pada tahun pertama periode pemerintahan baru, Bappenas telah berhasil mengidentifikasi 74 proyek prioritas swasta yang melibatkan 60 badan usaha swasta. Proyek-proyek ini tersebar di berbagai wilayah dengan sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Sumatera. Akan tetapi, nilai investasi tertinggi tercatat di Maluku, menunjukkan potensi yang signifikan untuk pembangunan di wilayah tersebut.
Meskipun demikian, masih ada tantangan yang harus diatasi, seperti minimnya proyek prioritas di beberapa wilayah seperti Papua, Bali, dan Nusa Tenggara. Pemerintah terus membuka diri untuk menerima usulan dan informasi mengenai proyek prioritas investasi swasta di seluruh Indonesia.
