PajakOnline.com—Impor merupakan salah satu kegiatan yang menjadi sumber penerimaan negara yang dapat meningkatkan pendapatan negara melalui pengenaan bea masuk. Segala hal terkait pengenaan bea masuk telah diatur dalam peraturan kepabeanan dan di dalamnya juga tercantum beberapa istilah yang mungkin belum kita kenali.
Salah satunya yakni istilah-istilah yang berkaitan dengan ragam jenis impor, seperti impor untuk dipakai, impor barang penumpang, awak saranan pengangkut dan pelintas batas, impor sementara serta reimpor. Apakah Anda sudah mengenal dari istilah-istilah tersebut? Untuk lebih jelasnya akan dibahas satu per satu dalam artikel ini.
Istilah yang pertama yaitu impor untuk dipakai yang merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk membedakan suatu barang impor dengan barang impor lainnya yang digunakan untuk sementara waktu atau untuk di proses lebih lanjut, ketentuan mengenai istilah ini juga telah diatur dalam Pasal 10B UU Kepabeanan.
Kemudian, istilah selanjutnya yaitu impor barang penumpang dan awak sarana pengangkut yang dimana penumpang merupakan setiap orang yang melewati batas wilayah negara dengan menggunakan saranan pengangkut tetapi bukan awak sarana pengangkut dan bukan pelintas batas.
Penumpang tersebut wajib memenuhi kewajiban perpajakan termasuk kepada barang yang dibawa bersamanya dan ini juga berlaku bagi barang impor bawaan awak sarana pengangkut yakni orang yang pekerjaannya harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkut.
