PajakOnline | Hingga akhir Oktober 2025, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan pajak neto sebesar sekitar Rp1.459,03 triliun, yang setara 70,2% dari outlook penerimaan pajak tahun ini.
Nominal tersebut disampaikan Suahasil Nazara, Wamenkeu, dalam konferensi pers “APBN Kita (Kinerja dan Fakta)" edisi November 2025. Kontribusi dari PPh Badan tercatat sebesar Rp 237,56 triliun — turun 9,6% secara tahunan.
PPh Orang Pribadi dan PPh 21 mencapai Rp 191,66 triliun — turun 12,8% dibanding periode sama tahun lalu.
PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 bersama jenis pajak lain mencatat Rp275,57 triliun, sedikit melemah 0,1% yoy. PPN dan PPnBM merosot, perolehan Rp556,61 triliun, turun 10,3% dibanding periode sama 2024.
Sebaliknya, kategori “pajak lainnya” — termasuk deposit dan penyesuaian administratif — tercatat tumbuh, mencapai Rp197,61 triliun. Kendati secara bruto penerimaan bersih terkontraksi dibanding tahun lalu, aspek yang paling membebani adalah lonjakan restitusi pajak dan penurunan realisasi dari sebagian besar jenis pajak, termasuk PPh dan PPN/PPnBM.
Menurut laporan, jika tidak memperhitungkan restitusi alias melihat penerimaan bruto setoran pajak akan jauh lebih tinggi. Namun neto tetap menunjukkan tekanan.
Capaian 70,2% menunjukkan bahwa masih tersisa lebih dari Rp600 triliun untuk dikejar dalam dua bulan tersisa agar mencapai target outlook APBN 2025. Hal itu menjadi tantangan besar bagi otoritas pajak.
