PajakOnline.com—Indonesia masih resesi. Pertumbuhan ekonomi minus selama tiga triwulan berturut-turut dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan kuartal II (Q2) 2020 hingga Q4/2020 minus 5,3 persen, minus 3,5 persen dan minus 2,2 persen. Pertumbuhan 2020 secara keseluruhan minus 2,07 persen.
[caption id="attachment_2598" align="alignright" width="200"]
Kanal Opini Oleh: Anthony Budiawan Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)[/caption]
Pemerintah berharap ekonomi 2021 membaik. Pertumbuhan ekonomi 2021 ditetapkan 5 persen. Defisit anggaran (APBN) 2021 masih menjadi andalan utama. Target defisit 2021 ditetapkan Rp1.006 triliun. Naik dari realisasi defisit 2020 yang sebesar Rp956 triliun. Selain itu, Lembaga Pengelola Investasi (LPI), yang juga disebut SWF alias Sovereign Wealth Fund, diharapkan menjadi motor pertumbuhan.
Cerita SWF sangat enak didengar menjelang tidur. Bisa membuat mimpi menjadi lebih indah. Lepas dari penat fakta hidup yang sedang serba sulit. Bagaimana tidak. Indonesia sudah kebanjiran investor yang mau investasi melalui SWF. Katanya.
Total komitmen investasi sudah capai 9,5 miliar dolar AS, kata Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, seperti dimuat CNN Indonesia pada 8 Februari 2021. Jumlah ini naik dibandingkan komitmen pada Desember 2020 yang sebesar 8 miliar dolar AS. Komitmen tersebut belum termasuk Tesla yang katanya sangat berminat berinvestasi di Indonesia.
Kabar terakhir mengatakan Tesla sudah memilih India sebagai tempat produksinya. Tidak masalah, mungkin ini hanya rumor saja. Yang pasti Tesla perlu nikel sebagai bahan baku batere untuk mobil listriknya. Dan Indonesia merupakan produsen nikel terbesar dunia. Lambat laun, Tesla akan bertekuk lutut juga. Mungkin seperti itu harapannya.
Namun, memasuki bulan ketiga 2021 SWF masih sunyi senyap. Belum terdengar komitmen investasi mulai terealisasi. Jangan sampai berhenti di komitmen saja. Jangan sampai investor global hanya memberi harapan palsu kepada 270 juta penduduk Indonesia.
Sedangkan pemerintah sudah menarik utang untuk penyertaan modal di SWF. Untuk sementara, satu miliar dolar AS dulu. Akan ditingkatkan menjadi lima miliar dolar AS. Jangan sampai modal SWF hanya digunakan untuk mengambil aset BUMN yang kesulitan utang. Artinya, jangan sampai hanya memindahkan utang BUMN menjadi utang negara. Bisa-bisa terciduk KPK karena merugikan keuangan negara.
Di lain sisi, realita ekonomi masih menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. Penerimaan perpajakan bulan Januari 2021 hanya Rp81 triliun. Turun 4,4 persen dibandingkan Januari 2020. Pajak konsumsi dan barang mewah (PPN dan PPnBM) turun 13,5 persen. Artinya, aktivitas ekonomi Januari 2021 sepertinya belum bangkit. Apalagi belanja negara Januari 2021 juga turun 5,3 persen. Kontraksi.
