TRENDING
Kurs Pajak Terbaru Ditetapkan, Dolar AS Naik Jadi Rp17.863DJP Gandeng 5 Bank dan 1 Fintech, Pungut PPN Transaksi Digital Luar NegeriTidak Lagi Pakai Kartu Izin Praktik, Verifikasi Konsultan Pajak Kini Lewat CoretaxPemkab Blitar Apresiasi Wajib Pajak dalam Gebyar Blitax Award 2026BPPK Buka Pendaftaran Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak, Kuota Hanya 50 PesertaPajak Jadi Penopang Utama Penerimaan Negara dalam APBN 2027, Target Capai Rp2.593,35 TriliunDelapan Prioritas Utama Pemerintah dalam APBN 2027, Cek!APBN 2027 Disahkan, Belanja Negara Tembus Rp4.106,3 TriliunTransaksi Pembayaran Digital Tembus 6,11 Miliar, QRIS Tumbuh 67,22 PersenHari Ini Batas Akhir Pendaftaran GloBE di Coretax, DJP Catat 1.460 WP Sudah TerdaftarKanwil DJP Jakarta Selatan I Kantongi Rp75,06 Triliun hingga Agustus 2026Pajak Karbon Ditunda, Pemerintah Pertimbangkan Dampak Harga EnergiSEMA UGM, BEM UI, dan KM ITB Gaungkan “Nestapa Indonesia”, Soroti Demokrasi hingga Transparansi AnggaranBI Dorong Pemda Pakai AI Gali Potensi Pajak DaerahBukan Lagi DJP, Pengawasan Profesi Konsultan Pajak Beralih ke Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor KeuanganBI Tahan Suku Bunga 5,75%, Stabilitas Rupiah Jadi PerhatianKurs Pajak Terbaru Ditetapkan, Dolar AS Naik Jadi Rp17.863DJP Gandeng 5 Bank dan 1 Fintech, Pungut PPN Transaksi Digital Luar NegeriTidak Lagi Pakai Kartu Izin Praktik, Verifikasi Konsultan Pajak Kini Lewat CoretaxPemkab Blitar Apresiasi Wajib Pajak dalam Gebyar Blitax Award 2026BPPK Buka Pendaftaran Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak, Kuota Hanya 50 PesertaPajak Jadi Penopang Utama Penerimaan Negara dalam APBN 2027, Target Capai Rp2.593,35 TriliunDelapan Prioritas Utama Pemerintah dalam APBN 2027, Cek!APBN 2027 Disahkan, Belanja Negara Tembus Rp4.106,3 TriliunTransaksi Pembayaran Digital Tembus 6,11 Miliar, QRIS Tumbuh 67,22 PersenHari Ini Batas Akhir Pendaftaran GloBE di Coretax, DJP Catat 1.460 WP Sudah TerdaftarKanwil DJP Jakarta Selatan I Kantongi Rp75,06 Triliun hingga Agustus 2026Pajak Karbon Ditunda, Pemerintah Pertimbangkan Dampak Harga EnergiSEMA UGM, BEM UI, dan KM ITB Gaungkan “Nestapa Indonesia”, Soroti Demokrasi hingga Transparansi AnggaranBI Dorong Pemda Pakai AI Gali Potensi Pajak DaerahBukan Lagi DJP, Pengawasan Profesi Konsultan Pajak Beralih ke Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor KeuanganBI Tahan Suku Bunga 5,75%, Stabilitas Rupiah Jadi Perhatian
PajakOnline
BerandaBerita Pajak
Kalkulator PajakHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Apindo: Stabilitas Kepastian Berusaha, Tingkatkan Produktivitas Perekonomian

Redaksi PajakOnline · 21 Jun 2025, 05.50 WIB · pajakonline.com

PajakOnline | Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyebutkan stabilitas kepastian berusaha akan meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan perekonomian nasional.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan memberikan kepastian iklim berusaha,karena dunia usaha membutuhkan lebih dari sekadar stimulus ataupun insentif pajak.

Apindo menyampaikan kekhawatirannya terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2025 yang hanya mencapai 4,87%, berada di bawah ekspektasi 5%.

"Insentif dan stimulus yang diberikan pemerintah tentunya harus kita apresiasi, tetapi mungkin yang paling penting adalah kepastian (berusaha), ini sangat dibutuhkan," kata Shinta W Kamdani, dikutip Selasa (17/6/2025).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama seharusnya menjadi yang tertinggi sepanjang tahun karena didukung momentum musiman seperti Ramadhan, Lebaran, dan panen raya. Namun realitanya tidak sesuai harapan.

"Secara logika, pertumbuhan di kuartal I seharusnya menjadi yang tertinggi pada tahun ini, dan secara signifikan melampaui capaian pertumbuhan tahun lalu. Namun ini tidak terjadi," kata Shinta.

Menurut Shinta, pengusaha dan industri tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan kebijakan yang kondusif dari pemerintah.

Apindo merekomendasikan peningkatan produktivitas ekonomi sebagai kunci utama mencapai target pertumbuhan. Shinta menilai produktivitas ekonomi Indonesia masih sangat rendah secara komparatif.

"Salah satu rekomendasi utama yang kami dorong adalah peningkatan produktivitas ekonomi. Nah, ini secara komparatif masih sangat rendah," tutur Shinta.

Meski pelaku usaha domestik tetap optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mendekati target, namun capaian awal tahun membuat Apindo was-was akan terjadinya perlambatan ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya.

Shinta juga mengingatkan adanya momentum libur sekolah pada pertengahan tahun yang dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha dan industri untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kreativitas.

Untuk itu, pemerintah dan stakeholders perlu segera mengantisipasi potensi perlambatan ekonomi dengan memberikan dukungan kebijakan yang tepat.
(Khairunisa Puspita Sari)