PajakOnline.com—Kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diberikan kepada wajib pajak yang telah memenuhi syarat subjektif dan objektif sesuai ketentuan undang-undang perpajakan.
Ketika syarat subjektif dan objektif tidak terpenuhi oleh wajib pajak, maka dapat dilakukan penghapusan NPWP. Keadaan yang membuat NPWP dihapus seperti wajib pajak badan yang statusnya cabang tidak ada kegiatan usaha lagi atau ditutup, atau tempat kegiatan usahanya berpindah ke wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang lain.
Mekanisme penghapusan NPWP wajib pajak tercantum dalam Peraturan Dirjen Pajak PER-04/PJ/2020. Aturan ini menentukan syarat dan langkah-langkah penghapusan NPWP bagi wajib pajak badan cabang yang tidak lagi melakukan kegiatan usaha, ditutup, atau pindah.
Di luar karena syarat subjektif dan objektif yang tidak terpenuhi, ada 4 syarat umum lain yang perlu dipenuhi wajib pajak ketika ingin dihapuskan NPWP-nya di antaranya tidak memiliki utang pajak, serta tidak sedang dilakukan tindakan.
Selanjutnya tidak dalam proses penyelesaian persetujuan bersama, tidak sedang dalam proses penyelesaian kesepakatan harga transfer, dan tidak dalam penyelesaian upaya hukum pada bidang perpajakan.
Dalam melakukan penghapusan NPWP, wajib pajak cabang yang tidak lagi terdapat kegiatan usaha, ditutup, atau pindah ada syarat yang harus dilampirkan sebagai dokumen pendukung berbentuk surat pernyataan dari salah satu pengurus wajib pajak pusat di atas meterai.
