TRENDING
Shopee Siapkan Faktur Pajak November 2026, Pedagang Diminta Periksa Data dan Dokumen PerpajakanBursa Saham Tertekan, Konflik Regional Memburuk, Rupiah AnjlokCoretax Tak Lagi Gunakan Skema Delta, DJP Terapkan Replace untuk Pembetulan SPTDJP Permudah Cetak Ulang Surat Pengukuhan PKP Lewat Coretax, Ini Cara dan SolusinyaBebas Pajak Karyawan dan Kenaikan PTKP 2027, Pemerintah Siapkan 9 Stimulus EkonomiPemerintah Kejar Sisa Target Pajak Rp750 Triliun, Andalkan Marketplace, PPN Digital, dan Penghapusan SanksiDJP Buka Seleksi Penyedia Printer Meterai Digital, Ini 13 Syarat yang Wajib Dipenuhi PerusahaanDJP Hapus Sanksi Pajak: Bukan Tax Amnesty, Pokok Utang Tetap Wajib DibayarMulai Hari Ini, Izin Konsultan Pajak Wajib Lewat Satu-ProfKeu, Permohonan di Luar Sistem Tak DiprosesMekanik di Tangerang Ditagih Pajak McLaren Rp137 Juta, Identitas Diduga DicatutResensi Buku: Negara dalam Cengkeraman Partai: PartitokrasiKelas Menengah Susut, Masyarakat Downgrade LifestylePerlinsos Digital Diluncurkan 10 November 2026, Pemerintah Targetkan 48 Juta Keluarga Miskin TerdaftarInflasi Pangan Tembus 5,03%, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Perhatian Pemerintah52% Ekonom Nilai Ekonomi Indonesia Memburuk8 Strategi DJP Tahun Depan, Gunakan AI dan Prioritaskan Pengawasan Aset KriptoShopee Siapkan Faktur Pajak November 2026, Pedagang Diminta Periksa Data dan Dokumen PerpajakanBursa Saham Tertekan, Konflik Regional Memburuk, Rupiah AnjlokCoretax Tak Lagi Gunakan Skema Delta, DJP Terapkan Replace untuk Pembetulan SPTDJP Permudah Cetak Ulang Surat Pengukuhan PKP Lewat Coretax, Ini Cara dan SolusinyaBebas Pajak Karyawan dan Kenaikan PTKP 2027, Pemerintah Siapkan 9 Stimulus EkonomiPemerintah Kejar Sisa Target Pajak Rp750 Triliun, Andalkan Marketplace, PPN Digital, dan Penghapusan SanksiDJP Buka Seleksi Penyedia Printer Meterai Digital, Ini 13 Syarat yang Wajib Dipenuhi PerusahaanDJP Hapus Sanksi Pajak: Bukan Tax Amnesty, Pokok Utang Tetap Wajib DibayarMulai Hari Ini, Izin Konsultan Pajak Wajib Lewat Satu-ProfKeu, Permohonan di Luar Sistem Tak DiprosesMekanik di Tangerang Ditagih Pajak McLaren Rp137 Juta, Identitas Diduga DicatutResensi Buku: Negara dalam Cengkeraman Partai: PartitokrasiKelas Menengah Susut, Masyarakat Downgrade LifestylePerlinsos Digital Diluncurkan 10 November 2026, Pemerintah Targetkan 48 Juta Keluarga Miskin TerdaftarInflasi Pangan Tembus 5,03%, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Perhatian Pemerintah52% Ekonom Nilai Ekonomi Indonesia Memburuk8 Strategi DJP Tahun Depan, Gunakan AI dan Prioritaskan Pengawasan Aset Kripto
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Menkeu Sri Mulyani: Krisis Jadi Momentum Perbaikan Fondasi Ekonomi

·

Menkeu Sri Mulyani: Krisis Jadi Momentum Perbaikan Fondasi Ekonomi

PajakOnline.com—Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, krisis menjadi momentum untuk melakukan reformasi dalam rangka memperbaiki fondasi ekonomi, terutama pada sektor produktivitas.

“Apakah itu krisis ekonomi, krisis keuangan, maupun krisis di bidang kesehatan, sehingga kita tentu belajar dari pengalaman ini,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Badan Anggaran dengan Pemerintah Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2022 dan RKP Tahun 2022, belum lama ini.

Bagi Indonesia, krisis selalu menjadi momentum untuk reformasi. Sebelumnya, pasca krisis ekonomi Asia tahun 1998, Indonesia melakukan reformasi dalam tatanan politik yang lebih demokratis dan otonomi daerah, tata kelola perbankan melalui Undang-Undang tentang Bank Indonesia, dan tata kelola keuangan negara melalui Undang-Undang Keuangan Negara. Kemudian, pasca krisis keuangan global tahun 2009 terjadi reformasi melalui pembentukan Otoritas Jasa Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Saat ini, pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk memperkuat langkah reformasi struktural, yang dimulai dengan Undang-Undang Cipta Kerja. “Reformasi struktural menjadi penting yaitu bagaimana kita meningkatkan kontribusi dari produktivitas di dalam komposisi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Menkeu.

Produktivitas sangat ditentukan oleh oleh kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan perbaikan kemudahan berusaha. Untuk itu, reformasi menyangkut ketiga hal tersebut.

Menkeu menyatakan jika reformasi berhasil maka komposisi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah akan banyak dikontribusikan oleh investasi dan ekspor. “Dengan adanya reform yang bisa meningkatkan produktivitas, maka investasi menjadi bergairah dan ekspor menjadi lebih kompetitif,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Berita lainnya di Headlines