PajakOnline.com—Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sangat memahami kekecewaan masyarakat terhadap kasus penganiayaan dan sikap hedonistik yang dilakukan putra oknum pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berinisial RAT. Namun, dia memastikan, Kemenkeu telah menindak tegas hal tersebut dan berupaya tetap menjaga penerimaan pajak dengan integritas dan profesionalitas.
“Saya memahami pandangan dan juga berbagai ekspresi kekecewaan dari masyarakat Indonesia. Kami tetap berkomitmen untuk mengelola penerimaan negara dan membelanjakan sesuai aturan perundang-undangan dan dengan integritas serta profesionalitas. Kami akan terus terbuka membuka diri, transparan, dan akan terus menerima koreksi dari seluruh lapisan masyarakat. Saya mengimbau masyarakat, ini tidak memengaruhi komitmen kita bersama untuk membangun Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Penjelasan atas Penanganan Internal Saudara RAT di Kantor Pusat DJP, belum lama ini.
Menkeu berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membayar pajak dengan patuh sesuai ketentuan yang berlaku. Kepatuhan membayar pajak merupakan wujud komitmen untuk membangun Indonesia.
“Pajak yang telah dibayarkan harus kita jaga sepenuhnya, tidak boleh dikhianati, tidak boleh dicuri, dan tidak disalahgunakan,” tegas Sri Mulyani.
Menkeu mengakui, jajaran Kemenkeu ada yang memiliki gaya hidup mewah sehingga menimbulkan persepsi negatif dan erosi kepercayaan dari seluruh masyarakat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan yang sangat serius dari masyarakat mengenai sumber kemewahan itu.
“Perilaku gaya hidup mewah jelas mengkhianati dan mencederai keseluruhan jajaran Kemenkeu, yang saya juga yakin, mereka semua sebagian besar telah dan terus bekerja secara jujur, bersih, dan profesional. Tindakan-tindakan yang mengkhianati dan mencederai reputasi dan kepercayaan masyarakat kepada Kemenkeu maupun DJP tidak dapat dibenarkan,” kata Sri Mulyani.
Kemenkeu akan terus melakukan langkah-langkah korektif untuk menegakkan integritas, sekaligus untuk menindak oknum yang ditengarai telah melakukan penyalahgunaan kewenangan dan posisi, termasuk memperkaya diri sendiri.
Kemenkeu akan terus memperkuat three lines of defense di dalam menegakkan integritas. Sri Mulyani meminta kepada seluruh jajaran untuk melihat dan mengidentifikasi kelemahan dari tiga layer pertahanan kerangka integritas.
