PajakOnline.com—Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengingatkan kewajiban perpajakan bagi para pelaku UMKM yang peredaran brutonya sudah melebihi Rp500 juta per tahun untuk menyetorkan PPh final 0,5% sesuai PP Nomor 23 Tahun 2018.
Pelaku UMKM yang sudah membayarkan PPh final 0,5% dianggap sudah lapor SPT Masa PPh 4 ayat (2). Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) yang tercantum dalam Surat Setoran Pajak (SSP) dianggap sebagai tanggal telah lapor SPT Masa.
"Bila peredaran brutonya sudah melebihi Rp500 juta jika Kakak sudah melakukan penyetoran PPh final 0,5%-nya maka dianggap sudah lapor SPT Masa PPh 4 ayat (2)," cuit DJP melalui akun Twitter @kring_pajak, dikutip hari ini.
Penjelasan tersebut menjawab pertanyaan warganet melalui media sosial sehubungan kewajiban perpajakannya. Wajib pajak tersebut mengaku memiliki usaha online dengan omzet di bawah Rp500 juta dalam 1 tahun pajak. "Bagaimana mekanisme pelaporan pajaknya? Mengingat ada keringanan pembayaran pajak dengan omzet di bawah Rp500 juta?" tanya netizen tersebut.
