PajakOnline.com—Gugatan merupakan upaya hukum yang dapat dilakukan Wajib Pajak atau Penanggung Pajak terhadap pelaksanaan penagihan pajak atau terhadap keputusan yang dapat diajukan yang disampaikan kepada Pengadilan Pajak yaitu badan peradilan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman bagi Wajib Pajak atau Penanggung Pajak yang mencari keadilan terhadap Sengketa Pajak.
Selain dengan gugatan, penyelesaian sengketa di Pengadilan Pajak juga dapat dilakukan dengan banding. Dalam artikel ini, kita akan membahas gugatan.
Terdapat 4 objek pengajuan gugatan di Pengadilaan Pajak yaitu:
1. Pelaksanaan surat paksa, surat perintah melaksanakan penyitaan atau pengumuman lelang.
2. Keputusan pencegahan dalam rangka penagihan pajak.
3. Keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan perpajakan selain yang ditetapkan dalam Pasal 25 ayat (1) dan Pasal 26 UU No. 16 Tahun 2009.
4. Penerbitan surat ketetapan pajak atau surat keputusan keberatan yang dalam penerbitannya tidak sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam peraturan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, terdapat beberapa ketentuan pihak yang dapat melakukan pengajuan gugatan yaitu:
1. Dapat diajukan oleh Wajib Pajak, ahli warisnya, seorang pengurus ataupun kuasa hukumnya.
2. Apabila dalam proses gugatan ternyata pihak pemohon gugatan dinyatakan meninggal dunia maka gugatan dapat tetap dilanjutkan oleh ahli warisnya, kuasa hukum dari ahli warisnya ataupun pengampunya dengan status sebagai pemohon gugatan pailit.
