PajakOnline.com—Tujuan dari pemeriksaan pajak adalah untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dan kedua tujuan tersebut dapat diketahui dari surat perintah pemeriksaan.
Surat Perintah Pemeriksaan atau yang biasa disingkat dengan SP2 merupakan surat perintah untuk melakukan pemeriksaan dalam rangka menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan maupun tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan sesuai PMK 17/2013 s.t.d.d. PMK 184/2015.
SP2 tersebut berguna bagi pemeriksa pajak yang diharuskan untuk memperlihatkan surat tersebut kepada Wajib pajak saat pemeriksaan pajak dalam rangka menguji kepatuhan Wajib Pajak dan Wajib pajak pun juga berhak untuk meminta pemeriksa pajak untuk memperlihatkan SP2nya.
Dalam surat perintah pemeriksaan tersebut di dalamnya terdapat identitas Wajib Pajak yang diperiksa dan pemeriksa pajak yang mencakup nama, NIP, pangkat dan golongan serta jabatan dalam tim pemeriksa (supervisor, ketua tim, anggota tim) sesuai dengan Pasal 24 dan Pasal 28 PMK 17/2013 s.t.d.d. PMK 184/2015 yang menyatakan pemeriksaan dilakukan oleh pemeriksa pajak yang tergabung dalam suatu tim pemeriksa pajak yang tercantum dalam SP2.
